Polda Jabar Awasi Ketat Distribusi Hewan Ternak, Cegah Wabah PMK

Agung Bakti Sarasa
Jumat 13 Mei 2022 20:36 WIB
Polda Jabar Awasi Ketat Distribusi Hewan Ternak, Cegah Wabah PMK
Polda Jabar mengawasi ketat distribusi hewan ternak di Jabar untuk mencegah meluasnya wabah PMK. (Foto: Ilustrasi/dok)

BANDUNG, celebrities.id - Pengawasan ketat terhadap distribusi hewan ternak dilakukan oleh Polda Jawa Barat. Pengawasan tersebut bukan tanpa sebab, melainkan untuk mencegah meluasnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak di Provinsi Jabar. 

Melalui surat telegram nomor STR/395/OPS/2022 tertanggal 11 Mei 2022, pengawasan ketat dilakukan sesuai atensi dari Kapolri kepada seluruh jajaran Polda yang berisi arahan dalam rangka darurat penanganan PMK hewan ternak ruminansia.

"Kemungkinan ini dititikberatkan kepada Bhabinkamtibmas. Tanggung jawabnya memang melakukan pengecekan dan koordinasi terkait kegiatan pengawasan itu," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, Jumat (13/5/2022). 

Menurut Ibrahim, sesuai atensi Kapolri tersebut, pengawasan ketat akan dilaksanakan di semua lini mulai dari peternakan hingga distribusinya. 

"Fokus ke seluruhnya, supply and demand (penawaran dan permintaan)-nya dicek.  Atensinya dilakukan pengawasan di segala lini, termasuk di pengangkutannya," katanya.

Sebelumnya, Pemprov Jabar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar membentuk tim respons cepat menyusul kemunculan PMK pada hewan ternak di sejumlah daerah.

Disisi lain, Kepala DKPP Jabar, Moh Arifin Soedjayana mengatakan bahwa setelah Dinas Peternakan Jawa Timur melaporkan adanya kasus PMK, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota di Jabar untuk mencegah dan mewaspadai temuan kasus PMK.

"Jawa Timur itu melaporkan 5 Mei (2022). Dari informasi tersebut, besoknya kami langsung koordinasi dengan daerah agar meningkatkan kewaspadaan karena ada laporan dari Garut bahwa ada suspek PMK di sana," ujar Arifin.

Arifin melanjutkan, pada 7 Mei 2022, DKPP Jabar bersama Tim Balai Veteriner Subang langsung mengambil sampel suspek PMK di Garut. Selain di Garut, pada hari berikutnya, sampel juga diambil di lokasi suspek PMK di Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Banjar. 

"Sejumlah sampel terkonfirmasi 100 persen positif PMK," ujar Arifin. 

Adapun rincian temuan kasus PMK di Jabar yakni di Garut sebanyak 25 ekor sapi potong, 3 ekor sapi perah dan 5 ekor domba. Sedangkan di Tasikmalaya, 18 ekor sapi dinyatakan positif PMK termasuk 11 ekor sapi 

Editor : Tia Ayunita