Polisi Bakal Kembali Panggil Petugas BPOM, Lakukan Pemeriksaan terkait Kasus Gangguan Ginjal Akut

Icon CameraBachtiar Rojab
Senin 21 November 2022 17:18 WIB
Polisi Bakal Kembali Panggil Petugas BPOM, Lakukan Pemeriksaan terkait Kasus Gangguan Ginjal Akut
Polisi Bakal Kembali Panggil Petugas BPOM, Lakukan Pemeriksaan terkait Kasus Gangguan Ginjal Akut. (Foto:celebrities.id/ Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) pada anak akibat obat sirup sempat membuat geger masyarakat Indonesia beberapa waktu lalu. Terkait masalah tersebut, polisi bakal memanggil kembali Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menuju Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Dirtipidter Bareskrim, Brigjen Pol Pipit Rismanto meminta pihak BPOM kooperatif serta memenuhi panggilan Polisi. Sebab, pihak kepolisian bakal kembali melakukan pemeriksaan terhadap beredarnya obat sirup tersebut.

"Pastilah, kita yang penting adalah teman-teman media silahkan itu mendorong bahwa BPOM lebih koperatif ya. Dan BPOM bisa kooperatif karena kita kan mau lakukan pemeriksaan," ujar Pipit saat dikonfirmasi wartawan, Senin (21/11/2022).

Lebih lanjut, Pipit menuturkan pemanggilan tersebut akan dilaksanakan pekan ini. Namun, Pipit masih belum merinci lebih jauh terkait siapa pejabat BPOM yang bakal dipanggil.

"Ya dalam minggu ini, yang jelas tunggu mereka kapan hadirnya," katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny L Lukito mengatakan, sudah dilakukan penindakan terhadap lima industri farmasi. Dari lima industri farmasi tersebut, dua di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"BPOM melakukan penindakan terhadap 5 industri farmasi produksi sirup obat mengandung cemaran di atas ambang batas dan satu distributor bahan kimia dan pemalsuan pengoplosan propilen glikol," ujarnya saat konferensi pers Perkembangan Hasil Pengawasan dan Penindakan Terkait Sirup Obat yang Mengandung Cemaran Etilen Glikol/Dietilen Glikol, Kamis 17 November 2022.

"PT Yarindo Parmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries telah dilakukan proses penyidikan dan telah ditetapkan tersangka," katanya.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra