Produk Herbal Indonesia Didorong Jadi Tren Dunia, Promosi lewat ITPC

Icon CameraAdvenia Elisabeth
Senin 21 November 2022 08:20 WIB
Produk Herbal Indonesia Didorong Jadi Tren Dunia, Promosi lewat ITPC
Pemerintah dorong globalisasi produk herbal. (Ilustrasi: Pexels/Mareefe)

JAKARTA, celebrities.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) berkomitmen untuk globalkan produk herbal Indonesia. Dia pun menggencarkan promosi produk herbal ke berbagai negara di dunia, salah satunya jamu Sabdo Palon melalui atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). 

Mendag Zulhas menyebut, saat ini adalah momentum penting bagi produk herbal Indonesia memperkuat penetrasi ke pasar global. Pasalnya, kini produk herbal jadi trend dan diminati masyarakat internasional.

"Dunia ini sedang menyukai produk-produk herbal dan kembali menggemari bahan-bahan alami. Tentu peluang ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, nanti produk jamu Sabdo Palon dapat dipromosikan oleh para perwakilan perdagangan di luar negeri," ujar Mendag Zulhas, Senin (21/11/2022).

Dia melanjutkan, guna menyukseskan jalan produk Indonesia di luar negeri, dibutuhkan kolaborasi semua pihak. Untuk itu, Kementerian Perdagangan hadir sesuai perannya membantu para pelaku usaha termasuk UKM, mencari pasar yang tepat. Mendag menegaskan, hal ini juga sejalan dengan komitmen Kemendag membuka pasar nontradisional.

"Kami berkomitmen untuk terus membuka pasar baru dengan melaksanakan misi dagang. Saat ini kami menyasar pasar Asia Selatan, Asia Tengah, dan Timur Tengah, misalnya seperti negara India, Bangladesh, dan Pakistan. Harapannya, perusahaan jamu seperti Sabdo Palon dapat ikut di salah satunya," kata Mendag.

 

 Dia berharap, jika banyak produk dalam negeri menembus pasar global dan rutin melakukan ekspor, maka akan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Tak hanya itu, penyerapan tenaga kerja, pendapatan pajak, dan devisa negara akan pun bisa dikatrol.

Sekadar informasi, perusahaan jamu Sabdo Palon telah berdiri sejak 1976 di desa Gatakrejo, Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah. Pada tahap awal, Sabdo Palon hanya menjadi pemasok bahan jamu kecil-kecilan ke perajin jamu yang sudah banyak berdiri di wilayah Ngunter. 

Perusahaan terus berkembang dengan memanfaatkan inovasi teknologi, serta banyak memperkerjakan warga Sukoharjo dan sekitarnya yang memiliki 196 karyawan. Kini, permintaan produk sudah menjangkau seluruh Indonesia, bahkan ada juga kulakan dari pasar Nguter yang dibawa ke Malaysia. Kapasitas produksi per bulan rata-rata sebesar lima ton serbuk dengan berbagai kemasan. 

Produk jamu Sabdo Palon pun telah memiliki lebih dari 100 jenis produk mulai dari racikan, pil, sirop, hingga jamu bubuk siap seduh. Perusahaan Jamu Sabdo Palon terus menjaga kualitas, mutu, dan khasiat produk jamu dengan mendaftarkan setiap produknya ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Editor : Lisvi Padlilah