Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia di RS Cipto Mangunkusumo, Keluarga Minta Doa Terbaik

Pernita Hestin Untari
Kamis 22 April 2021 23:14 WIB
Radhar Panca Dahana (kiri), Romo Mudji dan Edy Utama saat berkunjung ke iNews Tower, Jakarta. (Foto: celebrities.id/MPI)

JAKARTA, celebrities.id - Kabar duka menyelimuti dunia sastra Tanah Air. Sastrawan dan budayawan Radhar Panca Dahana dikabarkan meninggal dunia usai menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) RS Cipto Mangunkusumo, Kamis (22/4/2021). 

“Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun. Telah berpulang malam ini pk. 20.00 adik saya tercinta Radhar Panca Dahana di UGD RS Cipto Mangunkusumo,” kata Radhar Tribaskoro, kakak Radhar Panca Dahana. 

Radhar Panca Dahana terkenal lewat karya-karyanya di bidang sastra, esai, cerita pendek, hingga puisi. Dia merupakan lulusan Sosiologi FISIP Universitas Indonesia (UI) dan studi Sosiologi di École des Hautes Études en Science Sociales, Paris, Prancis (2001). 

Kemampuannya dalam bidang menulis sudah terlihat sejak umur 5 tahun. Kepiawaian dalam bidang tersebut kemudian membawanya menjadi seorang cerpenis. 

Dia diketahui memulai debutnya sebagai seorang sastrawan pada usia 10 tahun lewat cerpen Tamu Tak Diundang. Dia juga menapaki karir sebagai reporter lepas di sebuah majalah remaja, Zaman. 

“Mohon maaf atas semua kesalahan dan dosanya. Mohon doa agar ia mendapat tempat yang terbaik disisiNya. Aamin YRA,” ujarnya.

 

Dia juga sempat menjadi redaktur tamu di majalah Kawanku pada 1977. Selain sudah menulis banyak buku, dia juga menerima sejumlah penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri. 

Radhar juga pernah bergabung dalam Bengkel Teater Rendra bersama Sitok Srengenge, Adi Kurdi, dan lain-lain. Ketokohannya sebagai sastrawan dan budayawan menjadikannya sering diundang sebagai narasumber di berbagai diskusi, seminar, dan wawancara di televisi.

Radhar menyelesaikan Program S1 Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Indonesia (1993) dan studi Sosiologi di École des Hautes Études en Science Sociales, Paris, Prancis (2001). Radhar merupakan pendiri dari Perhimpunan Pengarang Indonesia dan presiden Federasi Teater Indonesia yang masih menjabat sampai saat ini.

Editor : Dhita Seftiawan