Ragam Manfaat Pijat Bayi, Kuatkan Bonding dengan Orangtua hingga Cegah Stunting

Novie Fauziah
Rabu 22 Juni 2022 07:14 WIB
Ragam Manfaat Pijat Bayi, Kuatkan Bonding dengan Orangtua hingga Cegah Stunting
Manfaat pijat bayi, kuatkan bonding anak orangtua hingga cegah stunting. (Foto: Pexels/William Fortunato)

JAKARTA, celebrities.id - Membangun interaksi antara bayi dengan keluarga, terutama orangtua merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Bahkan, sejak bayi masih di dalam kandungan, orangtua sudah dianjurkan untuk membentuk ikatan. 

Nah, jika si kecil sudah lahir, salah satu cara untuk membentuk ikatan atau bonding adalah dengan pijat. Menurut penelitian, pijat yang dilakukan orangtua kepada si kecil menjadi cara berinteraksi yang efektif dalam membentuk hubungan dan berpengaruh positif untuk anak.

"Hal ini merupakan salah satu faktor penting untuk perkembangan bayi yang sehat dan bahagia," kata Plt. Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan dan Pendidikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Endah Sri Rejeki dalam keterangan resminya, dikutip celebrities.id, Rabu (22/6/2022).

Endah menyebut, dalam suatu penelitian menunjukkan bahwa sentuhan dan pijatan rutin pada bayi merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan, komunikasi, serta proses belajar si kecil.

Selain itu, memberikan pijatan terhadap bayi memiliki banyak manfaat, salah satunya meningkatkan motorik dan sensorik. Serta dapat dapat meningkatkan frekuensi menyusui pada bayi.

Di samping itu, pijat bayi juga dapat membantunya untuk tidur lelap dan lebih lama. Yang tak kalah penting, membuat ikatan atau bonding dengan orang tua, melancarkan sistem pencernaan, mencegah bayi mengalami tantrum, dan masih banyak lagi manfaat pijat bayi baik untuk bayi dan orangtuanya.

Menurut Endah, pemberian pijatan pada bayi merupakan salah satu bentuk pengasuhan untuk memenuhi hak anak. Terlebih, bagi negara sumber daya yang paling berharga bukanlah hasil tambang, minyak, atau gas bumi, tapi sumber daya manusianya. 

"Oleh karena itu, investasi terbesar kita sebenarnya ada pada 84,4 juta anak Indonesia yang mencakup 31,6 persen dari keseluruhan penduduk Indonesia. Jika saat ini hak-hak mereka terpenuhi, maka akan menghasilkan sumber daya manusia berkualitas di masa depan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengatakan, pemberian pijatan kepada bayi dapat menjadi salah satu upaya untuk menurunkan angka stunting.

"Stimulasi dalam hal ini pijat bayi bisa meningkatkan frekuensi menyusui, sehingga meningkatkan berat badan bayi karena ketika tiga bulan berturut-turut berat badan bayi tidak naik, maka panjang badannya terancam tidak naik juga," katanya.

Hal ini, kata dia, mencerminkan pertumbuhan dan perkembangannya terganggu. Sehingga stunting itu terjadi. Dia pun berharap bahwa pijat bayi bisa mengurangi kejadian stunting di masyarakat.

Hasto menjelaskan, saat ini angka stunting di Indonesia masih mencapai 24,4 persen dan pada 2024 ditargetkan turun menjadi 14 persen. 

"Mengejar agar bayi tidak stunting hanya bisa dilakukan sampai seribu hari kehidupan pertama, dengan kata lain hanya sampai mendekati usia 24 bulan. Oleh karena itu, penting untuk bisa diberikan stimulasi," tuturnya.

Editor : Lisvi Padlilah