Rambut Rontok akibat Covid-19, Begini Penjelasan Dokter

Muhammad Sukardi
Senin 11 Oktober 2021 09:52 WIB
Rambut Rontok akibat Covid-19, Begini Penjelasan Dokter
Rambut Rontok akibat Covid-19, Begini Penjelasan Dokter. (Foto: celebrities.id/Boldsky)

JAKARTA, celebrities.id -  Infeksi Covid-19 masih menyimpan banyak rahasia di dalamnya, termasuk soal efek samping. Bukan hanya sebabkan kerusakan di paru-paru, penyakit ini bahkan dikatakan dapat membuat rambut rontok.

Masalah rambut rontok malah dilaporkan beberapa kasus terjadi usai seseorang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Ya, long Covid-19 yang juga muncul adalah rambut rontok.

Lantas, apa kata dokter terkait hal ini?

Diterangkan Dokter Reinita Arlin Puspita, infeksi Covid-19 memang bisa sebabkan rambut rontok. Tapi, rambut rontok itu sendiri tak hanya disebabkan oleh Covid-19.

"Masih sedikit sekali penelitian terkait ini, tapi ada beberapa kasus yang menyatakan bahwa pasca Covid-19, yang biasa disebut long Covid-19, seseorang mengalami hair loss atau kerontokan rambut," ujar dr Reinita, di webinar belum lama ini.

Apa yang membuat kondisi itu terjadi?

Proses kerontokan rambut terjadi akibat munculnya gejala Covid-19 yaitu peradangan bagian dalam tubuh. Ya, rangsangan dari gejala tersebut membuat proses kerontokan rambut menjadi lebih mudah terjadi.

"Kalau kita terserang infeksi apapun, bukan hanya Covid-19, kita akan mengalami demam. Nah, demam itu yang kemudian merangsang terjadinya kerontokan rambut," tutur dr Reinita.

"Adanya fever atau demam yang menyebabkan rambut rontok. Makanya, jangan heran kalau lagi demam, kita bisa lihat banyak rambut rontok di atas kasur tempat kita beristirahat," katanya.

Terapinya bagaimana?

Menurut penuturan dr Reinita, kondisi kerontokan rambut akibat inflamasi efek infeksi demam ternyata 2-3 bulan akan membaik lagi. "Laporan medis menerangkan bahwa mereka yang mengalami rambut rontok akibat demam, 2 hingga 3 bulan setelahnya akan pulih," ujarnya.

Lagipula, sambung dr Reinita, kalau sehari rambut rontok kira-kira ada 50 hingga 100 helai, itu masih sangat wajar. Akan perlu pertolongan medis jika rambut yang rontok sangat banyak atau bahkan menggumpal sekali ditarik.

Di sisi lain, dr Reinita menyarankan agar kurangi stres selama proses pasca Covid-19. 

"Jangan kemudian lihat banyak rambut rontok, Anda makin stres. Ini yang akan malah memperlambat proses pemulihan infeksi," ujarnya.

"Stres terbukti juga soalnya menyebabkan rambut rontok. Jadi, agar tidak semakin larut mengalami rambut rontok, kelola stres dengan baik pasca Covid-19," katanya.

Editor : Simon Iqbal Fahlevi