Ranbir Kapoor Klarifikasi Biaya Brahmastra, Ngaku Anggaran Fantastis untuk Trilogi

Qanita Siti Alifah Y
Selasa 20 September 2022 13:09 WIB
Ranbir Kapoor Klarifikasi Biaya Brahmastra, Ngaku Anggaran Fantastis untuk Trilogi
Ranbir Kapoor klarifikasi soal biaya film Brahmastra. (Foto: celebrities.id/Instagram @__ranbir_kapoor_official__)

MUMBAI, celebrities.id - Sejak dirilis, para pecinta film mengalihkan pandangan dan perhatiannya pada film 'Brahmastra.' 

Semua seolah ingin memantau bagaimana film yang dibintangi Ranbir Kapoor itu disambut masyarakat, terutama karena biaya produksinya cukup besar. 

'Brahmastra' sendiri sudah masuk box office dengan perolehan hingga 200 crore Rupee India atau sekira Rp376 miliar. Sementara itu, sebelum film rilis, sebuah laporan menuliskan bahwa sutradara Ayan Mukerji menganggarkan produksi film mencapai 410 crore Rupee atau sekira Rp771,702 miliar. 

Bahkan, menurut Timesofindia, Selasa (20/9/2022), ada yang menyebut bahwa produksi film 'Bhahmastra' memiliki anggaran mencapai 650 crore atau jika dirupiahkan sekitar Rp1.233 triliun! Sebuah angka yang fantastis.

Dengan laporan-laporan tersebut, publik pun lantas mempertanyakan predikat box office yang mereka sandang. Ranbir Kapoor rupanya tak hanya diam membiarkan bola panas bergulir. Dia memberikan klarifikasi tentang biaya produksi film yang dibintanginya.

Rupanya, anggaran yang fantastis untuk 'Brahmastra' tidak semata-mata dikucurkan untuk menggarap trilogi pertamanya, Brahmastra Bagian Satu: Shiva' tetapi untuk seluruh trilogi.

Dia juga menambahkan bahwa 'Brahmastra' tidak mengikuti anggaran film yang biasa. Pasalnya, film tersebut merupakan proyek besar yang menggunakan teknolgi spesial efek (VFX) yang mengharuskan pembuatnya untuk berinvestasi dalam jumlah besar sebagai aset. Teknologi tersebut nantinya juga akan digunakan untuk proyek-proyek masa depan.

"Angka (untuk film ini) yang beredar adalah salah," kata Kapoor dalam sebuah wawancara dengan Dainik Bhaskar.

Meski suami Alia Bhatt itu mengklarifikasi rumor yang beredar, akan tetapi dia tidak menyebut jumlah pasti yang sebenarnya. Sehingga, tidak terlalu efektif untuk meredam spekulasi yang beredar.

Editor : Lisvi Padlilah