RS Harapan Kita Punya Alat Deteksi Jantung, Punya Kualitas Sama dengan Eropa

Icon CameraKevi Laras
Jumat 20 Januari 2023 11:39 WIB
RS Harapan Kita Punya Alat Deteksi Jantung, Punya Kualitas Sama dengan Eropa
RS Harapan kita punya alat deteksi jantung. (Foto: Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita kini memiliki alat pendeteksi penyakit jantung. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Prof Dante Saksono Harbuwono. 

Wamenkes Dante juga menamai alat canggih tersebut MSCT dual source bernama model CT Somatom Drive.

Kendati baru seminggu digunakan, namun MSCT bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat, terutama terkait dengan kecepatan diagnosis layanan jantung. Prof Dante menyatakan jika alat ini setara bagusnya dengan alat di luar negeri.

"Alat MSCT ini merupakan top of the line dari teknologi yang ada saat ini dan memiliki kualitas sama dengan alat-alat di Eropa, sehingga masyarakat kalau mau skrining jantung dan pembuluh darah bisa disini tanpa ke luar negeri. Karena kualitasnya sama, sentitivitas tinggi, lebih cepat, kontrasnya dikit, kalau ada kelainan artimia maka bisa langsung dilakukan tindakan,” katanya dikutip dari Sehat Negeriku laman Kementerian Kesehatan, Jumat (20/1/2023)

Informasi terkait MSCT ini dilengkapi dengan teknologi dan spesifikasi yang canggih yakni dual al source 2 x 128 Straton MX Sigma Tube X ray, Stellar Infinity Detector, Reconstructed slices  2 x 384 slices, sehingga memungkinkan untuk mendeteksi penyakit jantung maupun pembuluh darah dengan cepat dan akurat.

MSCT merupakan alat berfungsi untuk mendeteksi kelainan penyakit jantung anak baik jantung struktural maupun jantung bawaan, penyakit jantung dewasa, penyakit jantung koroner, jantung struktural, pembuluh darah tepi, aorta, dan penyakit jantung bawaan dewasa.

Sebagaimana diketahui, Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dan 2018 menunjukan tren peningkatan  penyakit jantung yakni 0,5 persen pada 2013 menjadi 1,5 persen pada 2018. Sehingga dia mendorong agar masyarakat bisa melakukan skrining atau check up sejak dini.

Wamenkes menyebut penyakit jantung merupakan yang paling membebani biaya kesehatan di Badan Pusat Jaminan Sosial (BPJS). Hal ini ia katakan karena mengingat kebutuhan akan pelayanan penyakit katastropik, seperti jantung, stroke, ginjal dan kanker di Indonesia.

Menurutnya biaya penyakit jantung untuk BPJS sekitar 9 triliun lebih setiap tahunnya. 

"Bayangkan banyak yang menderita. Selain faktor risiko juga karena degeneratif atau faktor penuan. Implikasi yang terjadi adalah penyakit jantung ini penyakit katastropik paling tinggi di BPJS 9,7 triliun tiap tahun," jelas Wamenkes Prof Dante dalam Keterangan Pers Terkait Mesin MSCT Scan di RSJ Harapan Kita.

Editor : Tia Ayunita

Follow Berita Celebrities di Google News