Satgas Sebut Hasil Vaksin Covid-19 Setara: Jangan Terlalu Milih-Milih 

Kevi Laras
Jumat 16 September 2022 12:46 WIB
Satgas Sebut Hasil Vaksin Covid-19 Setara: Jangan Terlalu Milih-Milih 
Satgas sebut hasil vaksin Covid-19 setara. (Foto: celebrities.id/ Pixabay)

JAKARTA, celebrities.id - Capaian vaksinasi di Indonesia belum seragam karena booster masih rendah sekitar 26 persen. Tidak lepas dari masyarakat yang mungkin masih memilah-milah jenis vaksin Covid-19.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Dokter Spesialis Paru dr Erlina Burhan mengungkapkan bahwa hasil dari penelitian dunia hasilnya setara. Artinya semua jenis vaksin memiliki manfaat yang sama untuk perlindungan dari Covid-19.

"Ada dua jenis platform kami review yaitu viral vector dikembangkan AstraZenecca dan mRNA dari Moderna dan Pfizer, ternyata kedua platform memberikan perlindungan setara. Jadi, masyarakat jangan terlalu milih-milih karena hasilnya setara," ujar Dr. dr. Erlina Burhan, MSc., Sp.P.(K), Dokter Spesialis Pulmonologi dan Pengobatan Pernafasan dan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 IDI dalam Webinar Vaksinasi Booster di Gedung Astrazeneca, Kamis (15/9/2022)

Dalam penjelasannya, Erlina mengungkap manfaat vaksin booster (dosis ketiga) sangat efektif. Berdasarkan rekomendasi dari 22 ahli dari Asia dan Amerika Latin yang terlibat dalam studi Real World dijalankan oleh Erlina dan para peneliti lainnya terkait vaksinasi booster, menyimpulkan bahwa vaksin Covid-19 berplatform viral vector dan messenger RNA (mRNA) untuk booster menghasilkan perlindungan cukup tinggi terhadap keparahan penyakit dan kematian terkait Omicron.

"Orang divaksin bukan berarti kebal 100 persen, tapi vaksin booster walaupun terpapar tidak sampai parah apalagi meninggal," katanya.

Sekadar informasi, persentase dalam paparannya menunjukkan tiga dosis vaksin memberikan perlindungan yang setara, terhadap penyakit parah dan kematian. Berikut rinciannya;

-Primer AZD1222 (AstraZeneca) + booster (3 dosis): 84.8%
-Primer BNT162b2 (Pfizer) + booster (3 dosis): 85.7%
-Primer Coronavac (Sinovac) + booster (3 dosis): 75.8%
-Primer mRNA-1283 (Moderna) + booster (3 dosis): 91.1%

Editor : Endang Oktaviyanti