Sebelum Berpuasa, Penderita Penyakit Jantung Perlu Memperhatikan Hal Berikut Ini

Wahyu Nugroho
Minggu 25 April 2021 05:04 WIB
Kegiatan berpuasa wajib dilaksanakan tidak terkecuali bagi penderita penyakit kronis seperti penyakit jantung. (Foto: celebrities/Istimewa)

JAKARTA, celebrities.id – Tak terasa, bulan Ramadhan sudah berjalan hampir 2 pekan. Umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa masih dalam suasana pandemi. Untuk itu, sepatutnya segala kegiatan keagamaan harus sesuai dengan aturan protokol kesehatan yang berlaku.

Kegiatan berpuasa wajib dilaksanakan tidak terkecuali bagi penderita penyakit kronis, salah satunya penyakit jantung yang tetap menjalankan ibadah puasa. Namun, untuk penderita penyakit kronis tetap diperlukan aturan yang tepat dan aman agar dapat merasa nyaman dalam menjalankan ibadah puasa.

Tim dokter apotek online Lifepack.id, dr. Amanda Ismoetia mengungkapkan, pasien dengan penderita penyakit kronis seperti jantung salah satunya, harus berkonsultasi dengan dokter jika ingin menjalani ibadah puasa.

"Diskusikan dengan dokter apakah kondisi tubuh memungkinkan untuk berpuasa atau tidak, karena penyakit jantung adalah jenis penyakit yang memiliki risiko tinggi. Pasien yang menderita penyakit ini biasanya harus minum obat untuk menjaga kondisi tubuhnya. Serangan jantung secara tiba-tiba apalagi saat rutin menjalankan ibadah puasa dapat berakibat fatal bahkan hingga kematian," paparnya dalam siaran persnya, Sabtu (24/4).

"Untuk itu, minum obat secara rutin yang telah menjadi bagian wajib dilakukan setiap penderita jantung diharapkan membantu menurunkan risiko kambuh gejala seperti, sesak nafas, serta nyeri di bagian dada. Sebagai penyakit paling ditakuti nomor satu di Indonesia dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi untuk menjaga kondisi tubuh," lanjutnya.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah terus mengalami peningkatan. 15 dari 1000 orang, atau sekitar 2.784.064 individu di Indonesia menderita penyakit jantung dengan angka tertinggi penderita di umur 75 tahun ke atas dan 65-74 tahun.

"Dengan tingginya angka penderita penyakit jantung yang juga didominasi oleh lansia, dalam hal berpuasa diperlukan aturan-aturan yang harus dipatuhi," kata dr. Amanda.

 

1
/
2