Sejarah Keris Desa Aeng Tong-tong, Kerajinan Sumenep yang Jadi Suvenir KTT G20

Novie Fauziah
Rabu 25 Mei 2022 23:45 WIB
Sejarah Keris Desa Aeng Tong-tong, Kerajinan Sumenep yang Jadi Suvenir KTT G20
Sejarah keris Desa Aeng Tong-tong, kerajinan Sumenep yang jadi suvenir KTT G20. (Foto:celebrities.id/Dok Kemenparekraf)

JAKARTA, celebrities.id - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), akan menjadikan keris asal Desa Aeng Tong-tong, Sumenep Madura sebagai suvenir bagi para delegasi yang hadir pada side event KTT G20.

Berbicara soal keris, ternyata keris asal Desa Aeng Tong-tong Sumenep ini memiliki sejarah yang sangat panjang, lho. Khususnya bagi masyarakat Madura. Sehingga tak heran jika benda tersebut dijadikan suvenir istimewa di side event KTT G20.

Dilansir dari berbagai sumber, Rabu (25/5/2022), pada 2005 United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) mengakui keris sebagai warisan budaya dunia.

Berselang tujuh tahun kemudian, yakni pada 2012, UNESCO mengakui Sumenep, kabupaten di Madura sebagai kabupaten dengan jumlah empu alias pembuat keris terbanyak. Serta ada sekitar 600 empu di Sumenep dan sebagian besar di antaranya berasal dari Desa Aeng Tong-tong.

Meskipun dikenal sebagai desa pembuat keris, makna nama Aeng Tong-tong ternyata tidak berhubungan sama sekali dengan keris. Aeng berarti air, sedangkan tong berarti menjinjing. Dinamakan Aeng Tong-tong, karena dulunya warga harus menjinjing ember-ember berisi air dari luar desa untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Zaman dulu, keris buatan warga Desa Aeng Tong-tong digunakan di Keraton Sumenep. Sampai sekarang, keris-keris Keraton Sumenep masih tersimpan.

 

1
/
2