Sejarah Nikmatnya Kopi dan Popularitasnya di Indonesia, Ternyata Dibawa oleh Bangsa Arab

Mirsya Anandari Utami
Kamis 15 September 2022 16:42 WIB
Sejarah Nikmatnya Kopi dan Popularitasnya di Indonesia, Ternyata Dibawa oleh Bangsa Arab
Sejarah kopi di Indonesia. (Foto: Pexels/Chelsea Horne)

JAKARTA, celebrities.id - Secangkir kopi dapat menyimpan sejuta cerita. Sebagai salah satu minuman paling populer di dunia ini menjadi komoditas kedua yang paling banyak diperdagangkan dalam pasar internasional. 

Minuman ini disukai oleh hampir seluruh kalangan dan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Kepopulerannya ditandai dengan banyaknya kedai-kedai kopi, baik warung kecil hingga kafe mewah di lingkungan masyarakat.

Biji kopi pertama kali ditemukan oleh seorang pengembala kambing asal Abyssinia (kini Ethiopia) di 800 SM. Sang pengembala merasa penasaran terhadap biji kopi setelah melihat kambingnya berenergi usai memakan biji berwarna merah tersebut. Uniknya, pengonsumsian kopi pertama kali adalah dengan cara dimakan, bukan diminum.

Meskipun ditemukan di Abyssinia, biji kopi dipopulerkan oleh orang-orang Arab. Biji kopi dibawa dari Abyssinia oleh para pedagang Arab ke Yaman, Damaskus, Baghdad, Istanbul, dan seluruh Jazirah Arab. Penamaan kopi sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu “qahwah” yang berarti kekuatan. 

Selain mempopulerkan biji kopi, bangsa Arab juga mengubah cara konsumsi kopi dari dimakan menjadi diminum. Mereka menikmatinya dengan cara direbus terlebih dahulu, kemudian meminum sarinya.

Saat memasuki wilayah Turki, kopi mengalami perubahan nama menjadi “kahveh”. Di negara ini pula kedai kopi pertama dibangun. Berdiri di atas kota Konstantinopel (kini Istanbul), Kiva Han yang merupakan kedai kopi pertama berdiri pada tahun 1475.

Memasuki abad ke 15, kopi mulai merambah ke Eropa dan mulai membudidayakan perkebunan kopi sendiri pada abad 17. Belanda merupakan negara Eropa pertama yang berhasil mengembangkan dan membudidayakan kopi. Bukan di negara sendiri, Belanda melakukan budidaya kopi di daerah jajahannya, Indonesia.

 

1
/
2