Sejarah Rumah Makan Padang, Pertama Kali Ditemukan di Cirebon pada 1937

Ayu Utami
Senin 13 Juni 2022 17:21 WIB
Sejarah Rumah Makan Padang, Pertama Kali Ditemukan di Cirebon pada 1937
Sejarah rumah makan Padang. (Foto:celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Sejarah rumah makan padang belum banyak diketahui masyarakat. Meski saat ini rumah makan padang banyak dijumpai di berbagai kota, namun hanya segelintir masyarakat yang mengetahui kisah menarik di baliknya.

Seperti diketahui, rumah makan padang merupakan restoran yang menjual atau menyediakan berbagai aneka jenis masakan khas Minangkabau, Sumatera Barat. Masakan padang adalah nama populer yang bukan hanya digunakan untuk menyebut segala jenis masakan berasal dari Padang.

Ada juga daerah-daerah di sekitarnya, seperti Kota Bukittinggi, Solok, Padang Pariaman hingga Payakumbuh. Lantas, bagaimana sejarah asal usul munculnya restoran rumah makan padang? Merangkum dari berbagai sumber, Senin (13/6/2022), berikut ulasannya.

Sejarah Rumah Makan Padang

Asal-usul penamaan rumah makan padang dipercaya berawal dari penelitian yang dilakukan oleh Surya Suryadi, seorang filolog di Universitas Leiden, Belanda. Dari penelitiannya, nama restoran padang atau rumah makan padang pertama kali ditemukan dalam iklan surat kabar yang terbit pada 1937.

Iklan tersebut mempromosikan iklan restoran padang yang bernama PADANGSCH-RESTAURANT "Gontjang-Lidah" yang berada di Cirebon.

Restoran itu dikelola seorang perantau Minang, B. Ismael Naim. Meski sudah melegenda, kala itu tidak semua bisa menyantap masakan Padang di rumah makan. Hanya orang-orang tertentu atau saudagar kaya saja yang bisa menyantapnya.

Masyarakat yang memiliki status sosial lebih rendah memilih menikmati masakan padang di rumah masing-masing dengan cara dibungkus. Beruntung, kini Rumah Makan Padang bersifat terbuka, artinya siapapun bisa menikmati aneka jenis makanan khas Minangkabau tersebut.

Rumah Makan Padang telah melanglang buana ke kancah internasional. Di antaranya ada Amerika Serikat, Malaysia, Australia, China, Qatar dan beberapa negara lainnya.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra