Sejarah Tan Dji Sing, Permukiman Masyarakat China dan Sentra Toko Emas Yogyakarta

Erfan Erlin
Senin 19 September 2022 13:08 WIB
Sejarah Tan Dji Sing, Permukiman Masyarakat China dan Sentra Toko Emas Yogyakarta
Sejarah Tan Dji Sing. (Foto: Instagram @jogja.istimewa)

YOGYAKARTA, celebrities.id - Rumah bergaya arsitektur Belanda, China dan Jawa nampak masih megah berdiri di Kampung Ketandan. Kampung ini terkenal sebagai pemukiman masyarakat China dan sentra toko emas di Yogyakarta.

Kampung Ketandan berlokasi di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta ini terdiri dari tiga RW, yakni 04, 05, dan 06, yang dihuni sekitar 1.000 kartu keluarga. Ternyata, Kampung Ketandan ini memiliki sejarah yang lebih panjang ketimbang usia kemerdekaan republik ini. 

"Sekitar 260 tahun yang lalu, wilayah ini satu rumah. Jadi, tidak ada jalan kampung seperti sekarang. Benar-benar sebuah rumah yang besar, dengan luas hampir satu hektare," ujar Tjundaka Prabawa, Senin (19/9/2022).

Dilansir dari warta.jogjakota.go.id, kehadiran Kampung Ketandan tidak bisa dilepaskan dari hubungan antara budaya Tionghoa, Keraton, dan masyarakat Jogja. Dan dari sejarah yang ada, Kampung Ketandan memang menunjukkan hubungan tersebut.

Kampung ini ada sejak akhir abad 19 dan digunakan sebagai pusat bermukimnya orang Cina semasa zaman Pemerintah Kolonial. Ketandan berasal dari kata Tondo yang memili arti ungkapan bagi pejabat penarik pajak atau pejabat tondo. Oleh Sultan wewenang tersebut diberikan kepada masyarakat etnis Tionghoa.

 

1
/
2