Sensasi Berbuka Puasa di Atas Sungai Mentaya

Normansyah
Minggu 09 Mei 2021 09:24 WIB
Ngabuburit Susur Sungai menjadi favorit warga. (Foto: celebrities.id)

SAMPIT, celebrities.id - Setiap orang memiliki cara masing-masing dalam memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa, seperti yang dilakukan satu keluarga di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dengan  melakukannya di atas Sungai Mentaya sembari menikmati wisata susur sungai.

Saat sore menjelang sejumlah perahu bermotor atau klotok mengantre di Dermaga Habaring Hurung Sampit, menunggu wisatawan yang akan melakukan wisata susur Sungai Mentaya.Berwisata susur Sungai Mentaya memang sangat mengasyikan. Kegiatan ini cukup banyak dipilih warga untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa di bulan Ramadhan.

Di sepanjang rute perjalanan kita akan disuguhkan dengan pemandangan khas yang unik dan menarik. Yaitu perkampungan warga di sepanjang bantaran Sungai Mentaya sambil melihat aktivitas mereka di sore hari. Sesekali dalam perjalanan kita akan bertemu dengan sekelompok warga khususnya anak kecil yang tengah mandi berenang di sungai.

Menjelang waktu berbuka puasa para wisatawan yang memang berniat untuk berbuka puasa di atas sungai kemudian mempersiapkan bekal berbuka yang sebelumnya telah dipersiapkan dari rumah. Sensasi berbuka puasa menikmati hidangan yang ada di atas Sungai Mentaya memang terasa sangat berbeda. Riak air Sungai Mentaya dengan gelombangnya membuat perahu bergoyang lembut.

Keadaan ini membuat suasana berbuka puasa semakin terasa nikmat dan mengasyikan hingga membuatnya larut dalam suasana penuh kegembiraan.

Salah seorang wisatawan Indri Anwar menyatakan ngabuburit dan berbuka puasa di Sungai Mentaya sungguh mengasyikkan. Biaya yang dikeluarkan juga tak terlalu mahal. Untuk bisa menikmati suasana berbuka puasa di atas Sungai Mentaya ini harga yang ditawarkan pemilik klotok antara Rp200 ribu hingga Rp250 ribu tergantung besar kecilnya klotok. Satu klotok rata-rata bisa mengangkut hingga 20 orang dengan lama perjalanan sekitar 1 jam.


 

Editor : Mohammad Saifulloh