Singapura dan 3 Negara Asia Tenggara Lain Daftarkan Kebaya ke UNESCO, Ini yang Terjadi jika Indonesia Gabung

Icon CameraWiwie Heriyani
Jumat 25 November 2022 18:57 WIB
Singapura dan 3 Negara Asia Tenggara Lain Daftarkan Kebaya ke UNESCO, Ini yang Terjadi jika Indonesia Gabung
Singapura berencana patenkanKebaya. (Foto: celebrities.id/Shutterstock)

JAKARTA, celebrities.id - Langkah Singapura yang berencana mendaftarkan kebaya sebagai salah satu daftar warisan budaya takbenda UNESCO dalam upaya multinasional dengan Brunei, Malaysia dan Thailand cukup menjadi sorotan di Indonesia. 

Banyak pihak yang menyayangkan langkah keempat negara tersebut. Mereka mayoritas menganggap bahwa keempat negara tersebut terlalu melangkahi Indonesia yang sejak lama justru menggabungkan Kebaya Goes to UNESCO

Namun, Ketua Gerakan Perempuan Berkebaya Indonesia, Rahmi Hidayati menilai bahwa langkah yang dilakukan keempat negara tetangga tersebut sebenarnya tidak salah. 

Bahkan, mereka sempat menggandeng Indonesia untuk bersama-sama mendaftarkan kebaya ke UNESCO. Namun, Indonesia memilih untuk tidak ikut serta karena ingin mengambil jalur single nation, agar kebaya benar-benar didaftarkan dari negara asalnya. 

“Sebenarnya mereka enggak salah juga ya. Sebelumnya mereka memang sudah mengajak Indonesia untuk mendaftarkan kebaya ke UNESCO. Tapi kan mau kita, orang-orang Indonesia, kita ya harus melangkah sendiri, apalagi kebaya itu asalnya ya dari Indonesia,” ujar Rahmi, saat dihubungi via telepon, Jumat, (25/11/2022).

Rahmi menjelaskan, meskipun asal-usulnya dari Indonesia, kenyataannya kebaya memang telah dipakai oleh masyarakat di keempat negara tersebut sejak puluhan tahun lalu. Apalagi, mereka merupakan negara tetangga yang secara letak dan geografis sangat dekat dengan Indonesia. 

Permasalahannya, terdapat pemahaman dan concern berbeda antara masyarakat Indonesia yang ingin mematenkan kebaya, dengan pihak UNESCO yang justru concern dalam pelestarian warisan budaya suatu negara. 

Ya, Rahmi menyebut, concern UNESCO bukanlah terkait memberikan hak cipta ataupun pengakuan kepemilikan warisan budaya suatu negara. Namun, bagaimana suatu negara bisa melestarikan warisan budayanya dalam kurun waktu yang cukup lama. 

 

1
/
2