Singapura Pasar Strategis Parekraf Indonesia, Sandiaga Uno Bidik Potensi Digital Nomad

Icon CameraIkhsan Permana
Sabtu 01 Oktober 2022 23:19 WIB
Singapura Pasar Strategis Parekraf Indonesia, Sandiaga Uno Bidik Potensi Digital Nomad
Menparekraf Sandiaga Uno sebut singapura pasar strategis parekraf Indonesiai. (Foto: celebrities.id/MNC Media)

JAKARTA, celebrities.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan bahwa Singapura merupakan pasar strategis bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Hal itu karena wisatawan mancanegara (wisman) dari Singapura ke Indonesia merupakan yang terbanyak nomor dua setelah Australia. 

“Wisman Singapura yang berkunjung ke Indonesia selama kurun waktu Januari-Juli 2022 sudah ada 153.006 wisatawan," kata Sandiaga Uno dalam keterangan pers, Sabtu (1/10/2022).

Tidak hanya itu, dia juga mengungkapkan bahwa Singapura juga merupakan salah satu pintu gerbang dunia untuk masuk ke kawasan Asia Tenggara, termasuk ke Indonesia. Sehingga, Singapura merupakan pasar yang sangat potensial untuk mendatangkan wisatawan dari seluruh dunia ke Indonesia.

"Jadi saya perkirakan wisatawan ini bisa melanjutkan liburannya dari Singapura ke Indonesia," ujarnya.

Singapura, kata Sandiaga, tidak hanya menjadi tempat wisata bagi masyarakat internasional, tapi juga menjadi tempat tinggal bagi banyak warga dari berbagai negara di dunia. Mengingat sekitar 1,2 hingga 2 juta dari total 5,4 juta rakyat Singapura merupakan kaum ekspatriat. 

"Mereka ini merupakan pekerja dan pelajar yang menetap di Singapura, yang suatu ketika tentu ingin berlibur sambil bekerja atau belajar dengan menikmati suasana baru. Para ekspatriat ini punya potensi yang sangat besar untuk menjadi digital nomad di Indonesia," katanya.

Berkaitan dengan digital nomad, Sandiaga menjelaskan Indonesia memiliki kebijakan yang sangat memudahkan para pelaku digital nomad. Saat ini, turis digital nomad bisa masuk ke Indonesia visa tujuan sosio-kultural (Visa B211).

"Visa ini berlaku untuk 60 hari dengan biaya sekitar Rp1,5 juta dan bisa diperpanjang hingga enam bulan. Berdasarkan peraturan yang ada, orang yang ingin memperpanjang lebih dari enam bulan harus keluar dari Indonesia, dan mengajukan kembali visa B211 lainnya," kata Sandiaga.

 

1
/
2