Sirkuit Mandalika Batal Gelar GP World Challenge Asia 2022, Terkendala Proses Homologasi

Fitradian Dhimas
Kamis 04 Agustus 2022 18:06 WIB
Sirkuit Mandalika Batal Gelar GP World Challenge Asia 2022, Terkendala Proses Homologasi
Sirkuit Mandalika Batal Gelar GP World Challenge Asia 2022, Terkendala Proses Homologasi. (Foto:celebrities.id/Dok_MGPA)

MANDALIKA, celebrities.id – Harapan untuk menyaksikan balapan mobil di Sirkuit Mandalika harus ditunda. Sebab gelaran GP World Challenge Asia 2022 yang seharusnya digelar harus mengalami pembatalan.

Seperti diketahui, Sirkuit Mandalika diproyeksikan menjadi tuan rumah seri terakhir GT World Challenge Asia 2022. Balapan itu awalnya dijadwalkan berlangsung pada 21-23 Oktober 2022. Sirkuit Mandalika pun menjalani homologasi oleh otoritas balap mobil dunia, FIA. Hanya saja, lintasan sepanjang 4,3 km tersebut dianggap belum memenuhi syarat untuk homologasi agar dapat menggelar balapan kelas GT3, yang digunakan di GT World Challenge Asia.

Saat ini Sirkuit Mandalika sendiri tengah menjalani beberapa renovasi. Termasuk salah satunya agar dapat menggelar GT World Challenge Asia. Namun, karena waktunya yang mendesak, maka balapan pun dibatalkan. Direktur GT World Challenge Asia, Benjamin Franassovici, mengaku terpaksa mengambil keputusan ini. Padahal, mereka sangat ingin menutup musim di Sirkuit Mandalika.

“Ini adalah situasi yang disayangkan dan tak terduga, ketika mengumumkan kalender pada Desember lalu. Kami sudah menyadari masalah homologasi sejak awal, dan mencoba mencari solusi,” kata Franassovici di laman resmi GT World Challenge Asia, Kamis (4/8/2022).

Franassovici mencoba untuk menggeser jadwal di Sirkuit Mandalika. Namun, mereka gagal melakukannya, sehingga balapan mobil kelas dunia di lintasan itu harus dibatalkan.

“Kami mencoba untuk mengunjungi Mandalika tepat waktu, atau ditunda selama satu bulan. Namun, dengan jadwal yang padat untuk 2022, kami tak memiliki pilihan, selain membatalkannya. Saya tahu hal ini akan membuat kecewa tim, pembalap, dan penggemar Indonesia yang menantikan,” ujarnya.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra