SM Entertainment Dikecam NCTzen, Dianggap Perlakukan Yuta NCT dan Ten WayV Tidak Adil

Novita Sari
Kamis 23 Juni 2022 14:37 WIB
SM Entertainment Dikecam NCTzen, Dianggap Perlakukan Yuta NCT dan Ten WayV Tidak Adil
NCTzen merah pada SM Entertainment, sebut agensi tidak adil pada Yuta NCT. (Foto: celebrities.id/Instagram @yuu_taa_1026)

JAKARTA, celebrities.id - NCTzen, sebutan fans NCT semakin geram kepada agensi yang menaungi grup idolnya. Pasalnya, SM Entertainment dianggap memperlakukan salah satu personel NCT asal Jepang, Yuta secara tidak adil.

Hal itu lantaran Yuta dianggap tidak dipromosikan di akun media sosial resmi NCT. Padahal, dia memiliki banyak aktivitas solo di negara asalnya.

Melansir Koreaboo, Kamis (23/6/2022), Yuta NCT diketahui memiliki banyak kegiatan solo di Jepang. Mulai dari pemotretan majalah, wawancara dengan berbagai media, hingga kolaborasi bersama brand, dan macam-macam lainnya.

Untuk pemotretan saja, Yuta telah mejeng di halaman depan majalan besar seperti Elle Jepan, Men's No No, Vogue Japan, GQ Japan, dan Numero Tokyo. Untuk brand, Yuta telah bekerja untuk Louis Vuitton, Tom Ford, dan CraftBoss.

Bahkan, Yuta juga main dalam film franchise blockbuster besar di Jepang, yaitu film HiGH&LOW, yang akan menjadi debut aktornya September mendatang. 

NCTzen pun sangat bersemangat sekaligus bangga kepada prestasi Yuta. Pria kelahiran Jepang itu tak hanya memiliki tanggung jawab sebagai anggota di NCT 127 saja, akan tetapi dia harus bolak-balik antara Jepang dan Korea Selatan untuk kegiatan baik bersama grup maupun aktivitas solo.

Sayangnya, agensi dianggap tidak mempromosikan kegiatan Yuta. Padahal, member lain yang memiliki kegiatan solo biasanya didukung, salah satunya dengan mengunggah aktivitas mereka di media sosial resmi NCT.

NCTzen pun tak dapat menyembunyikan rasa marah akan perlakuan SM terhadap Yuta. Apalagi, sang Idol dianggap telah membuktikan dirinya populer. Ditambah, Yuta dilaporkan memiliki peran penting dalam pemulihan keuangan SM Entertainment di Jepang akibat pandemi Covid-19.

Ketidakadilan yang diterima Yuta tak sekadar tidak dipromosikan di media sosial NCT. Pada konser NCT di Jepang, bagian Yuta tidak disorot, sementara member yang lain mendapat spotlight masing-masing sesuai adegannya.

Jauh sebelum ini, fans juga telah menuduh SM Entertainment tidak adil terhadap member NCT dari sub unit Wayv, Ten. Fans pun menuntut untuk memberikan perlakukan yang baik kepada Ten yang sedang berada di China sejak September 2021 lalu. 

Diduga, Label V (anak perusahaan SM Entertainment di China) tidak hanya gagal mempromosikan Ten di akun NCT, tetapi mereka juga gagal memberi tahu penggemar mengenai jadwal. Sehingga, hanya ada sedikit penggemar yang mendukung Ten di acara tersebut.

Baru-baru ini, NCTzen menemukan bahwa kepopleran Ten digunakan untuk meningkatkan projek NCT dengan kolaborasinya bersama Sanrio (serupa dengan kasus popularitas Yuta yang digunakan untuk promosinya di Jepang), karena Ten sendiri tidak mendapatkan perlakuan yang adil.

Atas alasan-alasan di atas, kemunculan NCT Tokyo dan NCT Hollywood membuat perasaan penggemar campur aduk, karena SM Entertainment yang tidak cukup baik dalam mengelola anggota NCT. Contohnya adalah Yuta, Ten, anggota WayV, Shotaro, dan Sungchan. 

Fakta telah berbicara bahwa SM Entertainment benar-benar mendiskriminasi anggota-anggota yang disebutkan. Mengingat,  kebanyakan dari mereka bukanlah anggota asli Korea. Terlebih, mengenai masalah screen time Yuta yang sangat sedikit dibanding anggota lain saat tur di Jepang baru-baru ini.

Fakta lainnya terungkap bahwa SM Entertainment justru lebih aktif mempromosikan anggota lain belakangan ini. Misalnya saja saat Johnny datang ke Met Gala atau Jaehyun yang mengunjungi Italy pada acara Fashion Show untuk Prada. Dengan kedua hal ini, semakin menunjukkan bahwa hanya Yuta yang tidak mendapatkan spotlight di seluruh sosial media NCT.

Yuta telah membuktikan dirinya sebagai anggota utama dari NCT, sehingga penggemar tidak perlu khawatir dan lebih baik terus memberikan dukungan kepada pria tersebut. Semoga saja, SM Entertainment ke depannya akan lebih memperhatikan hal-hal semacam ini, terutama untuk Yuta.

Editor : Lisvi Padlilah