SPBU Khusus Nelayan Masih Minim, Pemprov Jabar Turun Tangan 

Agung Bakti Sarasa
Kamis 22 September 2022 19:55 WIB
SPBU Khusus Nelayan Masih Minim, Pemprov Jabar Turun Tangan 
SPBU khusus nelayan masih minim di area perairan Jawa Barat. (Foto: celebrities.id/Ichsan)

BANDUNG, celebrities.id - Pemprov Jawa Barat meminta PT Pertamina (Persero) turun tangan untuk mengatasi persoalan minimnya stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus nelayan

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jabar, Ai Saadiyah Dwidaningsih mengatakan, Jabar hanya memiliki sembilan SPBU khusus nelayan. Padahal, dermaga nelayan di Jabar jumlahnya mencapai 43 dermaga. 

"Jadi, SPBU nelayan di Jabar ini cuma sembilan, sedangkan dermaganya itu 43. Dengan pantai yang panjang, hanya sembilan. Itu juga kebanyaknya di Jabar bagian utara, untuk Jabar selatan malah hanya dua," ungkap Saadiyah, Kamis (23/9/2022). 

Oleh karenanya, lanjut Saadiyah, pihaknya akan mengusulkan tambahan SPBU khusus nelayan di Jabar, khususnya di daerah yang memiliki banyak nelayan. Adapun pihak Pertamina sendiri, kata Saadiyah, diharapkan dapat menambah kuota BBM untuk Jabar, khususnya bagi para nelayan. 

"Pemprov Jabar akan usulkan dua SPBU baru di Sukabumi dan Cirebon. Ini sudah tindak lanjuti sudah disampaikan agar akses BBM bisa didapatkan oleh nelayan," jelasnya. 

Lebih lanjut Saadiyah mengatakan, untuk penanganan jangka pendek, pihaknya juga telah mengimbau nelayan agar mendaftarkan diri ke aplikasi MyPertamina sehingga mereka bisa mengakses BBM melalui SPBU biasa. 

"Jadi mereka nanti datang ke SPBU biasa dan kalau ke SPBU biasa harus pakai tanda. Nah ini sedang dilakukan," imbuhnya. 

Disinggung soal berapa banyak kebutuhan BBM nelayan, Saadiyah mengatakan bahwa hal itu bisa diketahui setelah proses pendataan nelayan di Jabar melalui MyPertamina selesai dilakukan. 

"Data kebutuhan ini baru akan muncul setelah pendataan. Jadi, kalau pengusulan (kuota BBM) sendiri nanti baru bisa dilakukan dari data itu," katanya. 

Sebelumnya, Pemprov Jabar juga bakal menyalurkan dana bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp150 ribu per bulan kepada para nelayan yang terdampak kenaikan harga BBM. 

 

1
/
2
Topik Terkait