Survei LSI: 82,6 Persen Masyarakat Indonesia Belum Divaksin

Widya Michella Nur Syahida
Minggu 18 Juli 2021 18:41 WIB
Dari data survei via telpon, sekitar 82,6 persen responden di Indonesia belum divaksin. (Foto: Freepik.com)

JAKARTA, celebrities.id - Berdasarkan temuan Lembaga Survei Indonesia (LSI) sebanyak 90% responden merasa terancam Covid-19. Namun data itu berbanding terbalik dengan jumlah responden yang belum divaksin, yakni sekitar 82,6%. 
 
Menurut Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio, masih ada sekitar 30% dari mereka yang enggan divaksinasi. Hal ini menunjukkan masih banyak sekelompok orang menganggap Covid-19 tidak ada sehingga kerap kali ditemukan masyarakat tidak melaksanakan Protokol Kesehatan (Prokes).
 
Selain itu, terkait vaksinasi sebanyak 30% responden yang tidak bersedia divaksinasi, 55% mengkhawatirkan keamanannya dan 25,4% mempertanyakan manfaatnya, dan 9,9% mempertanyakan kehalalannya sehingga didapatkan gambarkan 23,5% dari seluruh responden tidak percaya vaksin Corona dapat mencegah kita tertular virus Covid-19.

 

 
"Padahal kita ketahui bersama manfaat vaksinasi ini ada 4 yaitu; mencegah kita tertular virus Corona, menurunkan morbiditas, mortalitas, dan mencegah kita menularkan ke orang lain," ujar Amin dalam rilis temuan Lembaga Survei Indonesia terkait Sikap Publik terhadap Vaksin dan Program Vaksin Pemerintah secara virtual, Minggu,(18/07/2021).
 
Ia menambahkan jika idealnya vaksin memiliki nilai aman, efektif, tidak menyulitkan uji diagnostik, stabil, murah, diterima oleh masyarakat dan otoritas serta halal. Sehingga masyarakat semakin yakin dan mempercepat proses vaksinasi di Indonesia.
 
"Saat ini kita masih dihadapkan  beberapa kelompok masyarakat yang memiliki pandangan berbeda terhadap vaksin mulai dari menerima vaksin sepenuhnya, ada juga ekstrem lainnya yang sepenuhnya menolak apapun alasannya. Di antaranya masih ada kelompok yang masih ragu-ragu dan menunda vaksin sehingga tugas kita bersama agar semuanya bisa kita giringkan full accepted untuk vaksinasi di Indonesia," ucapnya.

Editor : Andre Purwanto