Survei Serologi, Separuh Warga DKI Jakarta Miliki Antobodi Covid-19 karena Pernah Terinfeksi

Komaruddin Bagja Arjawinangun
Senin 19 Juli 2021 12:33 WIB
Wabah Covid-19 melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. (Foto: Freepik.com)

JAKARTA, celebrities.id – Pemprov DKI berkolaborasi dengan TIM FKM-UI, Lembaga Eijkman dan CDC Indonesia melakukan survei serologi pada 15-31 Maret 2021. 

"Hasilnya, ditemukan bahwa separuh penduduk Jakarta pernah terinfeksi virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19,” tulis Anies di akun Instagram miliknya, dikutip Senin (19/7/2021).

Survei Serologi mengukur proporsi warga yang memiliki antibodi terhadap virus SARS CoV-2. Antibodi terbentuk bila kita pernah terpapar atau sudah divaksinasi. “Saat survei ini dilakukan baru 11,49 penduduk Jakarta yang sudah vaksin," tulisnya.

Dari 4.919 orang disurvei, hasilnya 44,546 sudah pernah terinfeksi virus SARS CoV-2. Dari 10,6 juta penduduk Jakarta, maka diperkirakan sekitar 4.717.000 penduduk Jakarta pernah terinfeksi pada akhir Maret lalu.

Ketika survei ini dilakukan total kasus terkonfirmasi di Jakarta adalah 382.055. Ini berarti dari jumlah 4,7 juta estimasi warga yang pernah terinfeksi hanya 8,14 persen yang terdeteksi. 

"Padahal testing di Jakarta sudah sangat tinggi, 10-20x dari standar WHO. Ini artinya banyak kasus tidak bergejala, sehingga tidak pernah dites dan tidak terdeteksi," tulis Anies Baswedan.

Anies menambahkan, virus ini elusive alias "licin" karena bisa terus bermutasi. Semakin kita tahu tentang virus ini, semakin kita bisa menyusun strategi menghadapinya. Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh berbagai survei, uji klinis, penelitian di Jakarta terkait COVID. 

"Hasil survei serologi ini menjadi dasar ilmiah untuk pengambilan keputusan dan penyusunan strategi ke depan. Kami juga sudah laporkan juga ke Pemerintah Pusat," tulisnya.

 

1
/
3