Ternyata Ini Keuntungan yang Didapat bila Indonesia Daftarkan Kebaya dan Sejumlah Warisan Budaya Lainnya ke UNESCO

Icon CameraWiwie Heriyani
Jumat 25 November 2022 20:52 WIB
Ternyata Ini Keuntungan yang Didapat bila Indonesia Daftarkan Kebaya dan Sejumlah Warisan Budaya Lainnya ke UNESCO
Kebaya Nusantara yang merupakan warisan budaya yang harus dijaga. (Ilustrasi: Instagram)

JAKARTA, celebrities.id - Ketua Gerakan Perempuan Berkebaya Indonesia, Rahmi Hidayati memastikan, Indonesia tetap bisa mendaftarkan kebaya sebagai warisan tak benda ke UNESCO meskipun Singapura dan tiga negara tetangga lain telah melangkah duluan. 

Bahkan, Indonesia nantinya tetap bisa melangkah sendiri atau melakukan jalur single nation untuk menggaungkan Kebaya Goes to UNESCO. Sayangnya, hal itu bisa dilakukan jika keempat negara tersebut gagal membuktikan kepada UNESCO terkait pelestarian kebaya yang telah mereka klaim. 

“Kita kan enggak tahu apakah negara-negara yang mengajukan ini bisa membuktikan untuk melestarikan suatu budaya itu. Apakah bisa membuktikan bahwa 25 tahun yang lalu orang-orang di sana sudah pakai kebaya. Itu mereka berhak untuk mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda kepada UNESCO,” ujar Rahmi saat diwawancara via daring, Jumat (25/11/2022).

Meski begitu, proses pendaftaran kebaya sebagai warisan tak benda ke UNESCO juga memiliki proses yang tak instan. Pasalnya, selain harus menunggu hasil dari pendaftaran keempat negara tersebut, Indonesia juga harus menyiapkan warisan budaya apa saja yang menjadi prioritas untuk didaftarkan ke UNESCO. 

Tak hanya kebaya, dalam beberapa tahun belakangan, Indonesia juga telah memproses beberapa warisan budaya untuk didaftarkan ke UNESCO. Mulai dari jamu hingga Reog yang prosesnya bahkan telah dilakukan sejak 2011 lalu. 

“Untuk yang single nomination itu cuma boleh satu jenis budaya dalam waktu dua tahun. Nah, kita kan tahun lalu sudah masukin jamu. Sekarang kan jamu berproses. Nah, udah ada lagi nih beberapa jenis budaya yang siap (untuk didaftarkan ke UNESCO),” tuturnya. 

“Ada reog dan segala macem. Mereka udah siap loh. Itu bahkan reog sudah bergerak sejak tahun 2011. Mengembangkan, membuat dokumentasinya dan segala macem. Tiba-tiba sekarang muncul kebaya. Apa mereka mau melipir dulu? Ya udah deh kebaya masuk, dan itupun tahun depan loh, bukan tahun ini,” lanjutnya. 

 

1
/
2