Tips Jaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi, Ahli Gizi: Perhatikan Gizi Seimbang dan Multivitamin

Kevi Laras
Selasa 21 Juni 2022 20:05 WIB
Tips Jaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi, Ahli Gizi: Perhatikan Gizi Seimbang dan Multivitamin
Tips Jaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi, Ahli Gizi: Perhatikan Gizi Seimbang dan Multivitamin. (Foto:celebrities.id/freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Pemenuhan kebutuhan gizi pada anak perlu diperhatikan sejak dini. Di tengah pandemi Covid-19, gizi seimbang memberikan manfaat agar anak tetap bisa beraktivitas.

Menurut Prof, Dr. dr. Rini Sekartini, So.A(K), Peneliti Utama SEANUTS II di Indonesia dan Guru Besar Fakultas Kesehatan Anak UI, pemenuhan gizi anak bisa dimulai saat sarapan. Anak-anak ditekankan untuk membawa makanan dari rumah agar bisa diawasi oleh orangtua.

Selain itu, Prof Rini juga mengatakan bahwa pemenuhan gizi seimbang, bisa dilengkapi dengan suplemen lengkap yaitu multivitamin.

"Asupan masih sama ya seperti di awal (gizi seimbang) di mana anak-anak, diutamakan dengan membawa makanan dari rumah. Kalau sekolah harus sarapan dulu, bawa Snack dan juga menambahkan multivitamin," ujar Prof Rini dalam acara Launching SEANUTS di Jakarta, Selasa (21/6/2022)

Multivitamin tersebut, berupa vitamin C dan D yang bisa diberikan kepada anak. Selain itu, kebutuhan protein bagi pertumbuhan anak, kata Prof Rini sangat diperlukan untuk mencegah stunting. Protein hewani, menurutnya lebih terjangkau dan bisa diupayakan oleh orangtua. Seperti telur dan susu, menjadi opsi pemenuhan gizi mencegah stunting (masalah kurang gizi).

"Protein dianggap berfungsi dapat mencegah stunting. Protein itu dulu kan nabati, dan sekarang ada penelitian tentang stunting harus memenuhi protein hewani seperti telur dan susu, ini paling bermakna untuk stunting," tuturnya.

Sekadar informasi, bahwa hasil utama dari SEANUTS II di Indonesia, kasus stunting masih banyak ditemukan pada anak-anak di wilayah Jawa-Sumatera dengan pravelensi sebesar 28,4 persen. Sementara itu, hampir 15 persen anak usia 7-12 tahun memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra