Tradisi Syukuran di Situs Gununghalu jadi Wisata Religi, Digelar 1 Tahun Sekali

Icon CameraAdi Haryanto
Sabtu 01 Oktober 2022 20:58 WIB
Tradisi Syukuran di Situs Gununghalu jadi Wisata Religi, Digelar 1 Tahun Sekali
Tradisi Syukuran di Situs Gununghalu jadi Wisata Religi, Digelar 1 Tahun Sekali. (Foto:celebrities.id/MPI Adi Haryanto)

BANDUNG BARAT, celebrities.id - Warga di Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) secara rutin setiap satu tahun sekali menggelar tradisi syukuran di Situs Gununghalu, Desa dan Kecamatan Gununghalu.

Pada tradisi syukuran ini warga biasanya membawa berbagai perlengkapan. Mulai dari bekal makanan, air, benih padi, tikar, dan sejumlah alat pendukung lainnya yang diperlukan untuk kegiatan ritual. Syukuran di Situs Gununghalu merupakan warisan budaya yang masih dirawat dan dilestarikan oleh masyarakat sekitar. Tradisi ini bertujuan untuk berdoa, mensyukuri hasil pertanian, merekatkan ikatan sosial, serta mengingat jasa para leluhur.

"Ini tradisi tahunan masyarakat Gununghalu dalam menggelar syukuran dan doa bersama," kata Juru Pelihara Situs Gununghalu, Imal Mutaqin belum lama ini.

Selain sebagai wujud rasa syukur, syukuran tersebut juga sebagai ajang silaturahmi sesama warga yang sehari-hari seringkali disibukan oleh berbagai aktivitasnya. Termasuk memohon keberkahan dari setiap hasil bumi yang dihasilkan dan dimakan oleh warga selama ini. Dijelaskannya, Situs Gununghalu dijadikan tempat syukuran lantaran diyakini merupakan lokasi (maqam) para pendiri Desa Gununghalu. Mereka adalah pionir pendiri perkampungan di daerah itu dan pemberi nama Gununghalu.

Warga juga meyakini jika Situs Gununghalu pernah disinggahi tokoh-tokoh besar dari kerajaan Galuh dan para jawara dari berbagai tempat. Sehingga warga harus merawat tradisi leluhur, karena tidak akan ada generasi saat ini jika tidak ada leluhur sebelumnya. Biasanya, lanjut dia, tradisi syukuran di Situs Gununghalu diisi dengan tawasul, makan tumpeng bersama, Ngodok Taneuh Sateukeum (mengambil tanah sekepal), Ngadepa, dan diakhiri dengan pentas seni calung serta penampilan pencak silat.

"Di situs ini juga terdapat berbagai macam batu tua yang diyakini punya cerita masing-masing. Salah satunya Batu leuit, tempat penyimpanan padi jaman dulu. Adapula batu mushola dan ibadah, serta batu-batu lain sebagai maqam tokoh besar seperti Enyang Prabu Jaya Karaton, dan banyak lagi," tuturnya.

Kades Gununghalu, Isep Heriatna mengatakan bakal merawat situs dan tradisi tersebut agar tidak punah. Selain bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat, tradisi dan situs tersebut punya potensi wisata religi.

"Ini akan kita rawat dan lestarikan, sebagai wisata religi karena yang datang ke sini sudah dari mana-mana," ucapnya.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra