Transisi Penggunaan Kendaraan Listrik Tidak Pengaruhi Produksi Kendaraan Konvensional

Ikhsan Permana
Rabu 21 September 2022 08:45 WIB
Transisi Penggunaan Kendaraan Listrik Tidak Pengaruhi Produksi Kendaraan Konvensional
Penyebab utama jarum RPM mobil sering matiTransisi Penggunaan Kendaraan Listrik Tidak Pengaruhi Produksi Kendaraan Konvensional. (celebrities.id/MNC)

JAKARTA, celebrities.id - Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan bahwa kendaraan konvensional (internal combustion engine/ICE) masih tetap diproduksi di Indonesia meski pemerintah tengah melakukan transisi penggunaan kendaraan listrik.

Menurutnya, kendaraan ICE telah menunjukkan angka ekspor yang tinggi. Hingga Agustus 2022, ekspor kendaraan ICE mencapai 285.941 unit, dari total produksi sebesar 920.376 unit. 

"Pangsa pasar ekspor produk otomotif untuk kendaraan roda empat atau lebih, termasuk komponen, telah mencapai lebih dari 80 negara," ujar Febri, Rabu (21/9/2022).

Dia melanjutkan industri otomotif Indonesia telah berhasil melakukan ekspor ke Australia yang terkenal selektif terhadap produk otomotif. 

“Baru-baru ini, industri otomotif di Tanah Air melakukan ekspor ke Australia yang terkenal memiliki spesifikasi yang ketat,” tuturnya.

Seperti diketahui, Pemerintah tengah mengupayakan untuk melakukan percepatan produksi berbagai jenis kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), baik sepeda motor maupun kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

Febri menjelaskan Indonesia sudah memiliki roadmap industri KBLBB. Pada tahun 2025, jumlah KBLBB di Indonesia ditargetkan mencapai 400 ribu unit atau 25 persen dari total produksi kendaraan bermotor roda empat yang akan mencapai 1,6 juta unit. 

Sedangkan di tahun 2035, Kemenperin menargetkan produksi 1 juta KBLBB roda empat atau lebih dan 3,22 juta KBLBB roda dua. 

"Target tersebut diharapkan dapat menghemat penggunaan bahan bakar fosil dan menurunkan emisiCO2 hingga 12,5 juta barel/4,6 juta ton untuk roda empat atau lebih dan 4 juta barel/1,4 juta ton CO2 untuk kendaraan roda dua,” ujarnya.

 

1
/
2