Transplantasi Jantung Babi ke Manusia Sebabkan Penyakit Baru, Ini Penjelasannya

Muhammad Sukardi
Jumat 13 Mei 2022 13:36 WIB
Transplantasi Jantung Babi ke Manusia Sebabkan Penyakit Baru, Ini Penjelasannya
Transplantasi Jantung Babi ke Manusia. (Foto: celebrities.id/Boldsky)

AMERIKA, celebrities.id - Masih ingat kabar seorang pria 57 tahun menjalani operasi transplantasi jantung babi? Pasien jantung kronis tersebut dinyatakan meninggal dunia pada 8 Maret 2022, setelah menjalani operasi pada 7 Januari 2022. 

Perkembangan terbaru kasus ini menyatakan bahwa ada virus di jantung babi dan kemungkinan menyebabkan kematian pria tua bernama David Bennett tersebut. Hal buruk lainnya dikabarkan dokter bahwa gegara tindakan transplantasi jantung babi ke manusia itu akhirnya tercipta penyakit baru yang membahayakan manusia.

"Kekhawatiran utama tentang transplantasi dari hewan ke manusia adalah risiko terciptanya jenis infeksi baru kepada manusia," tulis laporan laman CBS News, Jumat (13/5/2022). 

Soal temuan virus dalam jantung babi, ini disampaikan dokter di Universitas Maryland yang melakukan investigasi terhadap kematian Bennett setelah beberapa bulan menjalani transplantasi jantung babi. 

"Ditemukan DNA virus pada jantung babi. Patogen tersebut diketahui porcine cytomegalovirus. Tapi, virus tersebut sejatinya tidak menyebabkan infeksi secara aktif," kata dr Bartley Griffith, seorang ahli bedah yang melakukan operasi transplantasi jantung babi ke manusia. 

"Virus diduga bersifat laten yang artinya virus tersebut tidak aktif tetapi tinggal menunggu waktu untuk aktif menginfeksi jika tubuh manusia dalam kondisi lemah," tuturnya. 

 

1
/
2