Tren Ancaman Siber di Dunia Maya 2023, Pelaku Bisnis dan Startup Harus Waspada!

Icon CameraTangguh Yudha Ramadhan
Selasa 24 Januari 2023 19:44 WIB
Tren Ancaman Siber di Dunia Maya 2023, Pelaku Bisnis dan Startup Harus Waspada!
Tren ancaman siber di dunia maya 2023 cukup mengkhawatirkan, terutama bagi para pelaku bisnis dan startup. (Foto: PIXABAY)

JAKARTA, celebrities.id - Tren ancaman siber di dunia maya 2023 cukup mengkhawatirkan, terutama bagi para pelaku bisnis dan startup.

Perusahaan keamanan siber asal Rusia, Kaspersky memprediksi bahwa tahun 2023 ini tren ancaman dunia maya akan mengarah pada pemerasan media, kebocoran data hingga peretasan melalui cloud. Serangan disebut memiliki dampak yang sangat luas.

Dalam siaran pers yang diterima pada Selasa (24/1/2023), Kaspersky mengungkapkan, serangan yang dilancarkan para peretas terjadi berulang kali merugikan individu, perusahaan, dan bahkan dapat mengancam seluruh negara, dan tidak hanya secara finansial.

Lantas, seperti apa tren ancaman dunia maya di 2023 ini? Berikut paparannya:

Tren Ancaman Siber di Dunia Maya

1. Blackmailing

Tren ancaman dunia maya di tahun 2023 yang pertama adalah Blackmailing. Ini merupakan ancaman dalam bentuk postingan publik hingga kebocoran data. Jumlah Blackmailing di tahun 2022 terus meningkat secara pesat.

Kaspersky Digital Footprint Intelligence mencatat pada September dan November 2022 ada sekitar 400 dan 500 postingan. Dan menariknya tren ini juga diprediksi akan terus berlangsung hingga tahun 2023.

Tren kelam ini akan terus berkembang di tahun 2023 karena taktik ini menguntungkan para penjahat dunia maya baik korban membayar atau tidak. Data sering dilelang, dengan tawaran penutupan terkadang melebihi uang tebusan yang diminta.

Kebocoran data palsu untuk menaikan popularitas Para penjahat siber di tahun 2023 akan sibuk membuat postingan kebocoran data palsu untuk menaikan popularitas mereka. Dengan mengklaim bahwa mereka telah meretas sebuah perusahaan, maka korban akan memiliki reputasi yang moncer.

Kepopuleran akan membuat pundi-pundi mereka menjadi lebih banyak. Akan ada banyak orang yang rela merogoh kocek dalam untuk mendapatkan data mereka kembali, yang mana padahal data tersebut belum tentu valid.

2. Lebih banyak kebocoran data pribadi

Para ahli memperkirakan tren kebocoran data pribadi akan berlanjut hingga tahun 2023. Meskipun secara langsung memengaruhi privasi individu, keamanan siber perusahaan juga berisiko.

 

Follow Berita Celebrities di Google News

1
/
2