UMKM Kopi Lokal Butuh Pelatihan Pembuatan Bungkus Kemasan, agar Bisa Bersaing Meningkatkan Nilai Jual

Jefli Oktari
Minggu 31 Juli 2022 22:12 WIB
UMKM Kopi Lokal Butuh Pelatihan Pembuatan Bungkus Kemasan, agar Bisa Bersaing Meningkatkan Nilai Jual
UMKM kopi lokal harus diberikan pelatihan pengemasan produk. (Foto: celebrities.id/Jefli Oktari)

SOLOK SELATAN, celebrities.id - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) produk kopi olahan Kabupaten Solok Selatan (Solsel) dengan brand Cap Mata butuh sentuhan dalam bentuk kemasan produknya agar bisa bersaing meningkatkan nilai jual.

Rumah produksi olahan kopi yang diracik secara konvensional dengan aneka jenis kopi yang berasal dari kebun milik sendiri maupun dibeli dari petani kopi yang ada di daerah Sarantau Sasurambi ini, memiliki citra rasa khas kopi Solsel.

Pemilik Kopi Cap Mata, Hengki mengaku pihaknya sejauh ini masih mengemas produk kopi untuk dipasarkan dengan kemasan plastik putih yang cukup sederhana sehingga tampilan produk kurang menarik, kendati memiliki citra rasa khas kopi Solsel.

"Produk kopi yang kami olah ini juga hasil panen dari kebun sendiri dan jika permintaan banyak maka ditambah dengan kopi petani di Solsel," kata Hengki ketika ditemui saat Festival Teh dan Kopi Sarantau Sasurambi di Liki Cafe Sungai Lambai Kecamatan Sangir, Minggu (30/7/2022).

Dia mengaku jika produk kopi Cap Mata sudah berproduksi sejak tahun 1993. Dan dalam pengolahannya murni menggunakan kopi petik merah dengan berbagai jenis varian kopi.

"Peracikan dicampur dari jenis Robusta, Menak, Arabika maupun dari jenis kopi Nipon. Akan tetapi kita tidak campur dengan jagung atau bahan lainnya. Alias kopi murni. Kendala kami memang kemasan yang kurang menarik tapi rasa bersaing," kata Hengki yang memproduksi kopi olahan di Sungai Lambai, Sangir itu.

Hengki mengaku semenjak pandemi hasil produksi menurun, pasalnya sebelum pandemi pihaknya mampu memproduksi sekitar 500 kilogram (kg) tiap pekan. 

"Semenjak pandemi ini hanya produksi sekitar 600 kg per bulan. Baru sekitar 5 bulan belakangan ini mulai menggeliat dan banyak permintaan pasar," tuturnya.

Hengki memasarkan produk kopi olahan selain di Solsel juga mengisi pasokan di kabupaten Solok. "Juga ada permintaan untuk dikirim ke Jawa dan Batam. Kedepannya kami berharap dengan adanya Festival teh dan kopi ini bisa meningkatkan pemasaran maupun mendapatkan sentuhan dalam bentuk kemasan," katanya.

Editor : Hadits Abdillah