Vaksinasi Booster Kurang atau Lebih dari 6 Bulan, Mana yang Terbaik?

Leonardus Selwyn Kangsaputra
Minggu 16 Januari 2022 15:40 WIB
Vaksinasi Booster Kurang atau Lebih dari 6 Bulan, Mana yang Terbaik?
Mengukur efektivitas vaksinasi booster kurang atau lebih dari enam bulan. (Foto: celebrities.id/iStock)

JAKARTA, celebrities.id – Pemerintah telah memulai kick off vaksinasi booster Covid-19 pada Rabu 12 Januari 2022. Vaksinasi ini bersifat gratis untuk dewasa di atas 18 tahun dan diprioritaskan untuk lanjut usia (lansia) dan kelompok rentan atau immunocompromised.

Sebagaimana diketahui, pemerintah memberikan vaksin booster dengan mekanisme heterologus (kombinasi vaksin booster yang berbeda dengan vaksin primer). Selain itu, booster hanya diberikan pada masyarakat yang telah enam bulan melakukan vaksinasi dosis kedua.

Senior Manager Strategic Delivery Unit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Ririn Ramadhany mengatakan, pemerintah telah mencoba membandingkan efek dari mendapatkan booster dalam waktu kurang dari enam bulan setelah suntikan kedua dan lebih dari enam bulan. 

"Untuk yang homologus (vaksin booster sama seperti vaksin primer), sendiri tidak ada perubahan yang signifikan untuk interval kurang atau lebih dari enam bulan antara suntikan kedua dengan booster," kata Ririn, pada acara Indonesian Congress Symposium on Combating Covid-19 Pandemic Without Boundaries, Minggu (16/1/2022).

Selain itu, Ririn juga mengamati bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap titer antibodi berdasarkan kelompok usia. Sehingga pada kelompok populasi dengan usia lebih dari 60 tahun, ternyata rata-rata titer antibodi lebih rendah dibanding dengan kelompok usia lain.

"Untuk vaksin heterolog sendiri ada peningkatan yang signifikan dalam titer antibodi setelah mendapatkan booster dengan Moderna. Dan antibodi ini meningkat 67 kali lipat dibandingkan dengan sebelum mendapatkan booster," ucapnya. 

Kesimpulannya, perbedaan interval booster kurang dari enam bulan dan lebih dari enam bulan terletak pada titer antibodi. Antibodi peserta meningkat secara signifikan untuk interval lebih dari enam bulan. Tapi titer antibodi antar kelompok usia tetap tidak mengalami perubahan yang signifikan untuk vaksin heterolog.


 

Editor : Endang Oktaviyanti