Varian Covid-19 BA.4 dan BA.5 Berpotensi Jadi Gelombang Baru, Ini Kata Ahli

Muhammad Sukardi
Senin 20 Juni 2022 11:50 WIB
Varian Covid-19 BA.4 dan BA.5 Berpotensi Jadi Gelombang Baru, Ini Kata Ahli
Subvarian Covid-19 BA.4 dan BA.5 dianggap bisa mengancam nyawa manusia. (Foto: Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Kemunculan subvarian Covid-19 BA.4 dan BA.5 dianggap bisa mengancam nyawa manusia. Gelombang baru diprediksi akan muncul karena keturunan Omicron ini.

Indonesia sendiri sampai saat ini sudah melaporkan 20 kasus BA.4 dan BA.5. Angka yang tidak begitu besar memang, tapi subvarian Omicron ini punya karakter mudah menyebar dan menginfeksi tubuh. 

Artinya, BA.4 dan BA.5 kemungkinan akan banyak bermunculan di masyarakat, terlebih jika individu tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti pakai masker dengan benar, pun belum melengkapi dosis lengkap atau menambahkan dosis ketiga. 

Meski dianggap bisa jadi ancaman nyata, Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman menjelaskan bahwa Indonesia punya modal yang baik untuk memblokade penularan BA.4 dan BA.5 di masyarakat. 

Ada beberapa poin yang menurut Dicky sudah dimiliki Indonesia, sehingga BA.4 dan BA.5 dinilai bisa ditekan penularannya. Pertama, soal cakupan vaksinasi dosis kedua yang tinggi, pun dosis ketiga yang terus naik angkanya. 

"Cakupan vaksinasi Indonesia itu cepat sekali. Ini jadi modal yang besar untuk memblokade penularan BA.4 dan BA.5 di masyarakat," kata Dicky saat dihubungi MNC Portal, Senin (20/6/2022). 

Selain itu, modal lain yang sudah dimiliki Indonesia untuk melawan BA.4 dan BA.5 adalah paparan varian Delta yang besar. Artinya, paparan Delta menurunkan kekuatan BA.4 dan BA.5. 

"Berdasar hasil penelitian, infeksi Delta ditambah cakupan vaksinasi dosis lengkap mampu menghalau kekuatan BA.4 dan BA.5. Ini terjadi karena subvarian tersebut membawa karakter Delta yaitu L452," kata Dicky. 

"Itu kenapa, orang yang pernah kena Delta lebih kecil kemungkinannya terpapar BA.4 dan BA.5. Apalagi dia melengkapi dosis ketiganya," katanya.

Indikator ketiga yang dirasa Dicky akan menguntungkan Indonesia adalah populasi muda yang tinggi. Ya, ini jadi keuntungan yang baik bagi Indonesia. 

"Sebab, negara yang rentan BA.4 dan BA.5 itu yang populasi lansianya tinggi," ujarnya.

Meski sudah punya tiga senjata tersebut, Dicky tetap mengingatkan kepada masyarakat agar tidak abai protokol kesehatan, salah satunya tetap pakai masker walau tidak diwajibkan lagi. 

"Pakai masker itu penting, karena BA.4 dan BA.5 ini mudah sekali masuk lewat saluran pernapasan dan ketika sudah masuk ke tubuh, mudah bereproduksi di paru-paru yang akhirnya membuat gejalanya bisa berat," ujarnya.

Editor : Tia Ayunita