Video Viral Remaja Rapikan Sandal di Masjid Ciater, Ternyata Anak Sultan: Semua Ini Titipan Allah

Yan Yusuf
Jumat 01 Oktober 2021 18:20 WIB
Video Viral Remaja Rapikan Sandal di Masjid Ciater, Ternyata Anak Sultan: Semua Ini Titipan Allah
Raja merapikan sandal jemaah masjid sejak umur 7 tahun. (Foto: TikTok)

SUBANG, celebrities.id - Seorang remaja viral di jejaring media sosial Instagram dan Twitter usai menyambut para jamaah yang hendak salat dzuhur. Aksinya kemudian viral di jejaring media sosial.

Dalam aksinya, remaja yang berbaju koko dan berambut ikal ini memberikan informasi mengenai lokasi wudhu untuk pria dan wanita yang masuk ke dalam masjid. Sesekali dia juga merapikan sandal jemaah sehingga rapi dan berbaris berpasangan.

Video viral ini bermula saat akun tiktok @MATPECIII mempostingnya pada Minggu (26/9/2021) lalu dan kini sudah ditonton 11,1 juta kali.

Belakangan remaja bernama Raja itu diketahui merupakan anak pemilik dari sebuah resort serta masjid. Hal ini terungkap setelah seorang warganet mengomentari video Mat peci.
“Itu anak dari owner yang punya hotel lembah sarimas yg punya masjid nya juga anak emng rajin, namanya raja btw mamah ku sahabat mmh nya dia,” tulis @viona_rmdhtri.

Dari situlah Mat Peci lantas menelusuri, dia mencari tahu dan menanyakan maksud Raja melakukan itu. Jawaban Raja pun sungguh luar biasa.

“Tidak ada yang bayar, tidak ada yang nyuruh, ini bukan kerja. Yah ikhlas aja,” kata Raja malu malu dalam chanel youtube Mat Peci yang diposting dua hari setelah video viral.

Karena makin aneh, Mat Peci mengorek siapa Raja. Saat ditemui Raja terlihat tengah menggunakan baju koko putih bersih dan celana bahan berwarna cream. Dia tersenyum dan menyambut salam Mat Peci.

Sambil merapikan sendal, menyalami orang yang datang, Raja tampak begitu sederhana. Dia juga ramah kepada siapapun yang melintas. Belakangan diketahui Raja melakukn kegiatan ini sejak umur 7 tahun. Dia pun malu mengakui anak dari pemilik masjid dan resort ini.

“Iya semua ini titipan Allah,” kata Raja sembari melihat kondisi sekeliling dulu, agar tak diketahui banyak orang. 
 

Editor : Mohammad Saifulloh