Viral! 12 Anak di Bogor dan Jakarta Diculik, Pelakunya Eks Narapidana

Novie Fauziah
Senin 16 Mei 2022 23:14 WIB
Viral! 12 Anak di Bogor dan Jakarta Diculik, Pelakunya Eks Narapidana
Kasus penculikan yang terjadi terhadap 12 anak laki-laki di Bogor dan Jakarta Selatan harus diusut tuntas dan pelaku dihukum berat. (Ilustrasi: Pixabay)

JAKARTA, celebrities.id - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Bintang Puspayoga mengatakan, kasus penculikan yang terjadi terhadap 12 anak laki-laki di Bogor dan Jakarta Selatan harus diusut tuntas dan pelaku dihukum berat sesuai dengan UU yang berlaku. Tak hanya itu, pelaku juga diduga melakukan pelecehan seksual.

"Kasus ini merenggut rasa aman anak bermain di ruang publik, karena itu saya harapkan hukum yang tegas terhadap pelaku, terlebih pelakunya adalah residivis. Anak harus bisa mendapatkan rasa aman ketika berada di lingkungan masyarakat, sekolah, ruang bermain, di manapun di seluruh ruang publik," ujar Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar dalam keterangan resminya, Senin (16/5/2022).

Anak, kata Nahar, melakukan aktivitas di ruang publik untuk mendukung tumbuh kembangnya seperti olahraga dan bermain. Namun ruang beraktivitas itu perlu aman dan terlindungi dari segala tindak kekerasan dan hal-hal lain yang membahayakan anak.
 
Karena itu, Nahar berharap para orangtua, pengelola ruang bermain anak, pengelola lingkungan perumahan dapat memberikan pendampingan dan pengawasan terhadap anak yang melakukan aktivitas di luar rumah baik saat bermain, rekreasi atau olahraga. 

Selain itu, kata dia, anak juga diminta agar tidak bermain sendirian di tempat sepi apalagi tanpa pengawasan orangtua. Kemudian anak perlu mendapat bekal informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh bujuk rayu orang yang tidak dikenal, sekalipun mengaku sebagai aparat keamanan.  

KemenPPPA melalui Deputi Perlindungan Khusus Anak telah menurunkan tim untuk mendalami informasi terkait kasus tersebut dan memastikan korban mendapat perlindungan. Tim juga langsung melakukan pengecekan kasus tersebut menyatakan, pelaku penculikan seorang residivis tetapi bukan ex-narapidana terorisme.
 
"Penculik sempat mengaku-ngaku kepada polisi sebagai ex-narapidana terorisme. Tapi setelah dilakukan pengecekan oleh Densus 88 dan BNPT, pengakuan itu tidak terbukti. Tidak benar pelaku ex-narapidana terorisme. Yang benar, pelaku pernah menjadi terpidana pencurian HP dan pelaku pembakaran rumah almarhum Ustad Jefri Al Buchori," tuturnya.
 
Nahar mengemukakan, tim turun untuk melakukan pemantauan terhadap korban anak dan memastikan mereka mendapatkan perlindungan. Ia menjelaskan tim psikologi Polri dan Kementerian Sosial telah melakukan pendampingan terhadap korban. Kondisi korban diketahui cukup stabil namun akan tetap dilakukan pendampingan untuk menjaga kondisi mentalnya.

 

1
/
2