Viral! Hasil Studi Sebut Cristiano Ronaldo dan Harry Maguire Jadi Pemain Liga Inggris Paling Sering Dicaci di Twitter

Muammar Yahya Herdana
Selasa 02 Agustus 2022 23:49 WIB
Viral! Hasil Studi Sebut Cristiano Ronaldo dan Harry Maguire Jadi Pemain Liga Inggris Paling Sering Dicaci di Twitter
Hasil Studi Sebut Cristiano Ronaldo dan Harry Maguire Jadi Pemain Liga Inggris Paling Sering Dicaci di Twitter. (Foto: celebrities.id/Instagram @cristiano)

LONDON, celebrities.id – Dua bintang Manchester United, Cristiano Ronaldo dan Harry Maguire menjadi pemain Liga Inggris yang paling sering dicaci di Twitter. Hal tersebut diungkapkan oleh studi yang dilakukan Alan Turing Institute bekerja sama dengan Ofcom.

Dilansir ESPN pada Selasa (2/8/2022), studi tersebut dilakukan pada paruh pertama Liga Inggris musim 2021/2022. Hasilnya, Ronaldo menjadi pemain yang paling sering dicaci di sosial media Twitter dengan mendapatkan 12.520 cuitan kasar.

Sedangkan di posisi kedua ditempati oleh kapten Man United, Harry Maguire. Pemain Timnas Inggris itu memang kerap dicemooh atas penampilannya yang dianggap tidak memuaskan dan mendapat tweet kasar sebanyak 8.954.

Enam pemain Man United lainnya, Marcus Rashford, Bruno Fernandes, Fred, Jesse Lingard, Paul Pogba dan David De Gea, juga masuk ke dalam 10 besar daftar tersebut. Hal itu tak lepas dari kegagalan The Red Devils untuk bersaing di Liga Champions musim depan. Semenatara itu, striker Tottenham Hotspur, Harry kane, juga masuk ke dalam daftar tersebut setelah gagal kembali menunjukan kemampuan terbaiknya.

Dirinya pun berada di urutan kelima dengan total 2.127 tweet kasar. Selain itu, gelandang Manchester City, Jack Grealish, juga masuk ke dalam daftar tersebut. Hal itu tak lepas dari keputusan Grealish yang  memilih hengkang dari Aston Villa dan bergabung dengan Man City dengan bayaran selangit.

Direktur Ofcom, Kevin Bakhurst, menyebut bahwa hal tersebut merupakan sisi  gelap dari popularitas Liga Inggris. Dirinya pun menegaskan hal tersebut tidak seharusnya didapatkan oleh siapapun.

"Temuan ini menjelaskan sisi gelap dari permainan yang indah. Pelecehan online tidak memiliki tempat dalam olahraga, atau dalam masyarakat yang lebih luas, dan mengatasinya membutuhkan upaya tim,” kata Kevin Bakhurst.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra