Viral! Kisah Ibu Bagikan Cerita Kematian sang Anak usai Dipendam Selama 15 Tahun

Nani Suherni
Kamis 28 Juli 2022 21:30 WIB
Viral! Kisah Ibu Bagikan Cerita Kematian sang Anak usai Dipendam Selama 15 Tahun
Viral! Kisah Ibu Bagikan Cerita Kematian sang Anak usai Dipendam Selama 15 Tahun. (Foto: celebrities.id/freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Seorang ibu membagikan curhatan di media sosial TikTok dan menjadi viral, beberapa waktu lalu. Sang ibu membagikan kisah harunya setelah ditinggal anaknya yang berusia 17 hari.

Uniknya, sang ibu menyimpan informasi penyebab kematian sang anak selama 15 tahun. Perempuan yang tidak diketahui identitasnya itu membagikan kisahnya ke akun TikTok @sampah_emosi. Dalam video tersebut tampak tulisan yang menceritakan kronologi kematian sang anak.

"Waktu itu saya baru lahiran 17 hari. Anak kami baru berusia 17 hari. Karena kami dulu ekonomi pas2an gak sempat kebeli kasur baru. Akhirnya suami tidur di tikar," kata wanita tersebut.

Namun, entah apa yang terjadi tiba-tiba suami tidur di kasur. Saat itu, tubuh sang suami menindih anaknya.

"Pas kebangun saya kaget karena anak saya ketindihan bapaknya dan sudah dalam keadaan dingin tak bernyawa," tuturnya.

Sang ibu pun refleks berteriak dan membuat sang suami terbangun. Sang suami berusaha menenangkan istrinya agar tidak panik karena kontrakan mereka berdempetan. Keesokan harinya dia dan sang suami pulang kampung untuk menguburkan buah hati mereka.

Bertahun-tahun menyimpan rahasia kematian anaknya, rupanya membuat perempuan ini kerap sedih. Dia pun mengaku komunikasinya dengan sang suami tak lagi sama.

"Sampai sekarang saya dan suami jarang bicara, ngobrol hanya seperlunya. Tidur pun kita di kamar terpisah. Sulit bagi saya memaafkannya tapi saya juga tak mau kehilangannya," katanya.

Artikel ini sebelumnya tayang di iNews dengan judul "Viral Curhatan Ibu Ditinggal Anak Meninggal, 15 Tahun Simpan Rahasia Penyebab Kematian."

https://ntb.inews.id/berita/viral-curhatan-ibu-ditinggal-anak-meninggal-15-tahun-simpan-rahasia-penyebab-kematian

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra