Viral! Kisah Peraih Perunggu Paralimpiade Ngaku Telat Terjun ke Dunia Para Bulutangkis

Andika Rachmansyah
Sabtu 06 Agustus 2022 19:29 WIB
Viral! Kisah Peraih Perunggu Paralimpiade Ngaku Telat Terjun ke Dunia Para Bulutangkis
Kisah Peraih Perunggu Paralimpiade Ngaku Telat Terjun ke Dunia Para Bulutangkis. (Foto:celebrities.id/MPI Andika Rachmansyah)

SOLO, celebrities.id - Atlet para bulutangkis Indonesia, Fredy Setiawan, menjadi salah satu atlet andalan Tanah Air yang sukses menyabet medali perunggu Paralimpiade Tokyo 2020. Namun di balik itu, Fredy mengaku kalau dirinya justru telat terjun ke dunia olahraga tepok bulu.

Fredy merupakan salah satu atlet para bulutangkis Indonesia yang ambil bagian di ASEAN Para Games 2022. Tampil di kelas SL4, prestasi yang didapatkannya pada edisi kali ini tidak main-main. Atlet berusia 31 tahun itu berhasil memborong empat medali emas. Adapun empat medali emas itu didapat dari nomor beregu, tunggal, ganda putra, dan ganda campuran.

Terlepas dari itu, MNC Portal Indonesia ingin tahu lebih dalam mengenai kisah Fredy si peraih perunggu Paralimpiade Tokyo 2010. Dia bercerita kalau dirinya memang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir. Fredy pun juga mengaku sempat minder dengan kondisi fisiknya itu.

"Saya dari lahir memang sudah seperti ini. Jadi dari lahir itu telapak kaki saya ke atas semua. Terus operasi waktu umur satu tahun kalo gasalah. Jadinya ya kayak gini sampai sekarang. Minder pasti ngerasain tapi yang bikin bangkit itu keluarga. Karena mereka selalu dukung sehingga saya mampu bangkit," kata Fredy kepada MNC Portal Indonesia.

Lebih lanjut, awal mulanya dia sama sekali tidak tertarik dengan bulutangkis. Melainkan olahraga yang disukainya adalah sepak bola. Fredy bahkan mengaku baru terjun ke dunia tepok bulu pada saat diduk di bangku SMP, yang mana menurutnya itu adalah waktu yang telat.

"Main bulutangkis itu baru pas kelas tiga SMP itu aja karena ada ekskul di gereja, saya disuruh ikut ya udah lama-lama suka. Setelah suka baru saya dimasukin ke klub Purnama di Solo. Bahkan pas kelas tiga SMP itu baru belajar pegang raket, ya itungannya sudah terlambat tapi karena dukungan orang tua juga. Kalau bukan karena dukungan orang tua, saya gak mau sih soalnya saya suk nya itu sama sepak bola, gak pernah suka main bulutangkis," ujarnya.

Ā 

1
/
2