Viral! Perusahaan Ini Luncurkan Permen Unik, Tidak Memiliki Rasa

Icon CameraRaden Yusuf Nayamenggala
Sabtu 12 November 2022 19:52 WIB
Viral! Perusahaan Ini Luncurkan Permen Unik, Tidak Memiliki Rasa
Perusahaan Ini Luncurkan Permen Unik, Tidak Memiliki Rasa. (Foto:celebrities.id/odditycentral)

JAKARTA, celebrities.id - Salah satu toko serba ada (Toserba) di Jepang meluncurkan permen tanpa rasa. Alhasil produk tersebut langsung ramai dan menarik perhatian publik.

Pada umumnya permen yang dijual menawarkan rasa manis, asin, asam, atau pedas, tapi berbeda dengan produk baru tersebut yakni tidak memiliki rasa sama sekali.

Karena keunikannya tersebut, permen tanpa rasa justru banyak minati dan menjadi populer akhir-akhir ini di Jepang. Salah satu toko serba ada terbesar di Jepang yakni Lawson, saat ini tengah menguji sejumlah produk, termasuk permen tanpa rasa 'Aji no Shinai? Ame'.

Sesuai dengan namanya, permen tanpa rasa tersebut justru menarik rasa penasaran, dan menjadi salah satu alasan orang-orang untuk membelinya. Bisa kamu bayangkan seperti apa sensasi menghisap permen tapi tidak memiliki rasa?

Pastinya akan menjadi pengalaman unik tersendiri bagi yang memakan permen tersebut. Berdasarkan informasi pada kemasannya, permen tersebut hanya memiliki dua bahan, yakni polidekstrosa pengganti gula sintetis dan erythritol pengganti gula organik.

Namun, apakah permen tersebut benar-benar hambar? banyak orang yang tidak bisa mengatakannya. Tapi, berdasarkan keterangan orang yang pernah merasakannya mereka merasa sangat terkejut dengan betapa hambarnya permen tersebut.

Meskipun pembuat permen 'Aji no Shinai? Ame' mampu mengurangi rasa hampir tidak ada, permen tersebut memiliki aroma yang sangat samar. Menurut penguji dari SoraNews24 aromanya mirip dengan minuman olahraga, dan terdapat sedikit rasa manis seperti nasi putih.

Permen tanpa rasa tersebut mungkin tak sepenuhnya hambar, tapi itu tak mengejutkan, karena logam atau batu pun memiliki beberapa rasa. Meski begitu, sejauh ini permen tanpa rasa sepertinya belum ada yang memproduksi dan bila ada pun sulit ditemukan.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra