Viral Santri Tutup Kuping saat Dengar Musik, Jangan Gampang Melabeli Radikal

Kiswondari
Kamis 16 September 2021 08:10 WIB
Viral Santri Tutup Kuping saat Dengar Musik, Jangan Gampang Melabeli Radikal
Para santri Ma’had Tahfidz al-Quran yang menutup kuping secara bersama-sama di acara vaksinasi Covid-19. (Foto: istimewa)

JAKARTA, celebrities.id - Video para santri Ma’had Tahfidz al-Quran yang menutup kuping secara bersama-sama di acara vaksinasi Covid-19 lantaran di tempat itu diperdengarkan musik, viral di media sosial. Peristiwa ini pun memicu pro kontra.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menilai siapapun tak perlu sinis pada sikap para santri tersebut. Dia menilai wajar para santri menutup kupingnya saat mendengar musik karena menjaga hafalan Alquran bukanlah sesuatu yang mudah.

“Jangan gampang melabeli orang lain radikal lah. Itu sikap yang biasa. Mereka santri penghafal Alquran. Wajar saja jika ingin memilih fokus pada hafalannya dan tidak mau mendengar musik. Itu hak mereka. Setiap sel dalam tubuh kita punya memori tersendiri, telinga punya memori tersendiri, kalau santri penghafal Alquran tidak mau telinganya diisi memori lain selain Alquran, itu pilihan mereka. Tidak menjelaskan mereka radikal,” kata Yandri kepada wartawan, Kamis (16/9/2021).

Wakil Ketua Umum DPP PAN ini juga meminta masyarakat tidak meributkan hal-hal yang tidak substansial. Apalagi sambil menuduh pihak-pihak tertentu radikal. Padahal, suatu hal yang baik para santri mau divaksin.

“Sudah bagus para santri ini mau divaksin. Itu sikap dari pondok, pengasuh, dan para santrinya yang luar biasa. Soal tidak mau mendengarkan musik, boleh saja. Mereka tidak merugikan siapapun, tidak melanggar hukum,” ujarnya.

Pernyataan Yandri senada dengan tokoh-tokoh lain yang meminta masyarakat jangan menjadikan hal ini polemik, di antaranya seperti disampaikan Yenny Wahid, akademisi Prof. Nadirsyah Hosen, dan pimpinan PP Muhammadiyah Prof. Dadang Kahmad. Menurutnya, akan lebih baik mendiskusikan hal yang lebih substansial.

“Lebih baik kita diskusikan hal lain yang lebih penting dan produktif. Banyak sekali masalah yang perlu kita selesaikan bersama. Jangan mudah cap orang lain radikal,” ujar legislator Dapil Banten II ini.
 

Editor : Mohammad Saifulloh