Viral Seorang Anak Sujud di Kaki Ibu Kandung setelah Bebas dari Penjara lantaran Dimaafkan setelah Mencuri Sapi 

Erfan Ma'ruf
Senin 13 Juni 2022 09:24 WIB
Viral Seorang Anak Sujud di Kaki Ibu Kandung setelah Bebas dari Penjara lantaran Dimaafkan setelah Mencuri Sapi 
Viral Seorang Anak Sujud di Kaki Ibu Kandung setelah Bebas dari Penjara lantaran Dimaafkan akibat Mencuri Sapi. (Foto: MPI/Bachtiar Rojab)

JAKARTA, celebrities.id - Samsul Bahri alias Baba bin Suroto tak kuasa menahan rasa bahagia dengan bersujud di kaki orang tuanya. Baba melakukan tindakan tersebut setelah bebas dari jeratan hukum atas kebaikan hati sang ibu, Miswana. 

Baba sebelumnya terjerat kasus pencurian seekor sapi yang tak lain milik ibunya di Situbondo, Jawa Timur. Beruntung, ibunya mau mencabut tuntutan sehingga kasus Baba dinyatakan selesai melalui restorative justice atau keadilan restoratif.

"Berkat kebesaran hatinya, korban Miswana sebagai ibu tersangka memaafkan perbuatan anaknya," kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Ketut Sumedana dalam keterangannya dikutip, Senin (13/6/2022). 

Kasus ini berawal saat Miswana mempercayakan satu ekor sapi betina jenis limosin warna coklat polos kepada Ermawi untuk dipelihara dengan sistem bagi hasil. 

Namun, tepatnya pada Rabu 6 April 2022 sekitar pukul 19.00 WIB, Ermawi mendatangi kediaman korban Miswana dan memberitahukan bahwa sapi milik korban telah hilang dan diduga telah dicuri oleh anak kandung korban yang tidak lain adalah Samsul Bahri.

Tindakan pencurian yang dilakukan Samsul, dilakukan seorang diri. Dia diketahui langsung menaikkan sapi ke atas mobil pick up dan dibawa menuju Bantal. 

"Akibatnya, korban Miswana mengalami kerugian sebesar Rp13.000.000," kata Ketut.

Akibat kejadian ini, pada Kamis 7 April 2022, sang ibu pun melaporkan aksi pencurian ke Polsek Asembagus dan meminta kepada petugas untuk menghukum anak kandungnya sendiri. Alhasil, Baba berhasil diamankan dan dijadikan tersangka dengan Pasal 363 ayat (1) ke-1 KUHP tentang Pencurian Hewan Ternak.

Setelah rampung, berkas pun dilimpahkan pihak kepolisian kepada Kejaksaan Negeri Situbondo. Akan tetapi, usai memperhatikan duduk perkara yang melibatkan ibu dan tersangka anak kandung korban, pihak kejaksaan pun mengupayakan kasus ini diselesaikan secara keadilan restoratif. 

Keadilan restoratif ini di mediasi Kepala Kejaksaan Negeri Situbondo, Nauli Rahim Siregar, Kasi Pidum Ivan Praditya Putra, serta Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara Agus Widiyono dan Suryani.

"Selaku Penuntut Umum untuk dapat mendamaikan, menenangkan dan menyelesaikan perkara ini tanpa melalui proses peradilan," ujar Ketut.

Proses keadilan restoratif pun dilakukan dengan mediasi antara korban dan tersangka yang disaksikan Kepala Desa Bantal, Tokoh Masyarakat Desa Bantal, dan Penyidik Polsek Asembagus. 

"Pintu keikhlasan akan selalu terbuka dari seorang ibu untuk anaknya. Kesalahan anak sebesar apapun, tak akan memudarkan kasih sayang dan kepedulian ibu terhadap sang anak," ucapnya.

Dari situlah, Miswana meminta agar perkara anaknya dihentikan untuk selanjutnya Baba berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya tersebut. 

Usai tercapai kesepakatan perdamaian, Kepala Kejaksaan Negeri Situbondo mengajukan permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. 

"Setelah mempelajari berkas perkara tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Mia Amiati sependapat untuk dilakukan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif dan mengajukan permohonan kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum," katanya.

"Kini tersangka Samsul Bahri telah bebas tanpa syarat usai permohonan yang diajukan disetujui oleh Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Dr. Fadil Zumhana melalui ekspose secara virtual pada Kamis 09 Juni 2022," ujarnya menambahkan.

Adapun alasan lain pemberian penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini yakni korban yang tidak lain adalah orang tua dari Tersangka telah memaafkan perbuatan anaknya.

Selain itu, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana. Tersangka juga oleh masyarakat terkenal baik dan sering membantu orang tuanya.

Selanjutnya, Kepala Kejaksaan Negeri Situbondo menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 dan Surat Edaran JAM Pidum Nomor: 01/E/EJP/02/2022 tentang Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Editor : Lisvi Padlilah