Viral! Steam dan Dota Diblokir, Tretan Muslim Geram

Wiwie Heriyani
Sabtu 30 Juli 2022 20:48 WIB
Viral! Steam dan Dota Diblokir, Tretan Muslim Geram
Steam dan Dota Diblokir, Tretan Muslim Geram. (Foto: celebrities.id/YouTube Tretan Universe)

JAKARTA, celebrities.id - Pemblokiran beberapa platform layanan game yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus menuai kritikan, khususnya bagi para gamers.

Salah satunya dari komika sekaligus gamers yang kerap game online Dota, Tretan Muslim. Melalui akun Twitter pribadinya, Tretan berkali-kali protes kepada Kominfo karena pemblokiran tersebut.

Tretan sempat membalas postingan cuitan Kominfo beberapa waktu lalu yang sempat mendukung hobi main game online dan menjamurnya peminat game online di Indonesia.

“SobatKom, siapa nih yang hobi main game online? Wah, sudah pasti banyak ya! Karena semakin menjamurnya peminat game online di Indonesia, Kementerian Kominfo berencana akan  mendukung dan meningkatkan game yang dikembangkan oleh pelaku industri lokal,” tulis cuitan Kominfo, melalui akun @InfokomPMK, Kamis, (26/7).

“Dukung apa sattt. Ini DOTA saya offline gara2 anda,” tulis Tretan, melalui akun @TretanMuslim, Sabtu, (30/7/2022).

Selain gamers di Indonesia, pemblokiran ini juga mencuri perhatian Gamers asal Malaysia, yakni Team Secret melalui akun Twitternya @teamsecret. Mereka juga turut menyayangkan adanya pemblokiran tersebut.

Steam, PayPal, Battlenet, Epic Games and other websites have been banned in Indonesia,” cuit @teamsecret, Sabtu, (30/7).

Sebagai informasi, dikutip dari Antara, bukan hanya Steam dan Epic Games, platform game streaming lainnya yakni Dota 2, Counter-Strike Global Offensive dan platform distribusi digital Origin juga tidak bisa dibuka per Sabtu pagi (30/7/2022). Namun, dipastikan pula bahwa akses pada setiap perangkat bisa jadi berbeda, bergantung pada penyedia jasa internet yang digunakan.

Kebanyakan, situs yang tidak bisa dibuka menampilkan notifikasi koneksi tidak aman. Misalnya, pada Platform Origin yang memuat tulisan, "this site can't be reached".

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra