Virus PMK Serang 6 Kabupaten di Indonesia, Bagaimana Nasib Idul Adha?

Iqbal Dwi Purnama
Kamis 12 Mei 2022 23:30 WIB
Virus PMK Serang 6 Kabupaten di Indonesia, Bagaimana Nasib Idul Adha?
Virus PMK Serang 6 Kabupaten di Indonesia, Bagaimana Nasib Idul Adha?. (Foto: celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Kementerian Pertanian mengatakan virus PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) tengah melanda enam kabupaten seluruh Indonesia. Dua berada di Aceh, sementara empat kabupaten lainnya di wilayah Jawa Timur.

Meski demikian Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya optimistis dapat menanggulangi virus tersebut dalam waktu yang cepat. Oleh sebab itu diharapkan peyakit ini tidak mewabah lebih luas ke seluruh Indonesia.

Pemberian antibiotik telah dilakukan untuk menambah imunitas hewan agar tidak mudah merjerang penyakit sambil menunggu pembuatan vaksin PMK rampung. Mentan mengatakan dalam kurang dari 20 hari hari pihaknya sudah bisa memproduksi dan mendistribusikan vaksin virus PKM seluruh Indonesia. Sehingga tradisi potong hewan pada Idul Adha berjalan dengan aman.

"Kita berharap sebelum 20 hari kita sudah bisa berikan vaksin yang kita buat sendiri," kata Mentan SYL dalam konferensi persnya, Rabu (12/5/2022).

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah mengatakan pembuatan vaksin untuk virus PMK bisa dilakukan dalam waktu singkat sebelum datangnya Idul Adha. Alasannya karena pemerintah sebelumnya sudah pernah membuat vaksin yang sama.

"Terkait Idul Adha kami optimis ini telah tersedia, karena pada hanya ada 20 persen populasi yang terkena," kata Nasrullah.

Meski demikian ada langkah mitigasi yang akan dilakukan dalam pendistribusian hewan ternak menjelang Idul Adha. Menurut Nasrullah pihaknya akan membuat SOP khusus pemindahan hewan ternak.

"Di mana untuk memindahkan (hewan) ternak dari wilayah satu ke wilayah lain tanpa terkontaminasi, ini sedang kita bahas, mudah mudahan dua Minggu sebelum Idul Adha kita sudah punya itu. Sehingga kaum muslimin bisa menjalankan kurban dengan aman dan sehat," kata Nasrullah.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra