Wabah Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak Pengaruhi Supply Daging? Ini Kata Dirut Bulog

Suparjo Ramalan
Selasa 10 Mei 2022 23:26 WIB
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak Pengaruhi Supply Daging? Ini Kata Dirut Bulog
Wabah penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak pengaruhi supply daging? ini kata dirut bulog. (Foto: celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak berpotensi memengaruhi supply daging sapi dan kerbau. Hal ini berpotensi terjadi bila wabah tak tertangani dalam beberapa bulan mendatang.

Seperti diketahui, PMK menginfeksi sejumlah hewan ternak di Jawa Timur (Jatim). Kondisi ini berdampak signifikan terhadap sektor industri peternak nasional. Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso atau Buwas pun mengakui hal tersebut.

Menurutnya, supply daging menjadi terganggu bila PMK menyebar luas. Hanya saja, dia optimis pemerintah akan segera menangani wabah hewan ini.

"Kita bilamana nanti dari Menteri Perdagangan menyatakan akibat dari perkembangannya penyakit, tapi saya yakin tidak berkembang, tidak mungkin lah pemerintah kita membiarkan penyakit ini terus berkembag dan berdampak pada permasalahan supply (daging kerbau dan sapi," kata Buwas saat ditemui di kawasan Gedung Bulog, Selasa (10/5/2022).

Hingga saat ini, pemerintah belum memperkirakan penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan ternak ini menyebar luas dan memberi dampak negatif ke sektor peternak. Namun begitu, akan ada penugasan baru yang dijalani BUMN Pangan, bila kemungkinan terburuk akan terjadi.

"Tapi kita tak berpikir sampai yang terjadi yang terburuk, hingga supply daging, tentunya pemerintah itu akan melaksanakan penugasan. Nanti kalau sapi bisa ditugaskan supply-nya akibat dampak dari berkembangnya penyakit tadi. Bisa ditugaskan, tapi tidak harus Bulog, bisa juga yang lainnya. Tapi prinsipnya pemerintah itu memperhitungkan," tuturnya.

Buwas pun memastikan daging kerbau yang diimpor dari India tidak terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku. Menurutnya, daging kerbau yang diimpor melewati proses pemeriksaan laboratorium yang ketat, sebelum di jual di pasar Tanah Air.

"PMK tidak ada kaitannya dengan daging kerbau impor. Karena daging tersebut begitu sampai di Indonesia tidak bisa langsung jual karena ada pemeriksaan laboratorium, begitu layak konsumsi baru diedarkan," kata Buwas.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra