Wahana Air Kenjeran Park Rubuh, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi: Pihak Pengelola Harus Tanggung Jawab!

Aan Haryono
Minggu 08 Mei 2022 13:21 WIB
Wahana Air Kenjeran Park Rubuh, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi: Pihak Pengelola Harus Tanggung Jawab!
Wali Kota Surabaya minta pengelola wahana air Kenjeran Park bertanggung jawab. (Foto: iNews)

SURABAYA, celebrities.id - Insiden wahana air Kenjeran Park di Surabaya rubuh membuat Wali Kota Eri Cahyadi memberi peringatan keras kepada pihak pengelola. Orang nomor satu di Kota Pahlawan itu ingin manajemen Kenjeran Park segera melakukan evaluasi secara keseluruhan demi keselamatan pengunjung.

Eri Cahyadi meminta kepada pihak pengelola untuk bertanggung jawab ke seluruh korban yang mengalami cedera. Bukan itu saja, dia juga ingin pihak pengelola bertanggung jawab dan memastikan bahwa tempat wisata di Kota Surabaya aman bagi wisatawan.

"Saya minta kepada manajemen untuk melakukan tanggung jawab dan bersinergi, bagaimana manajemen bisa memberikan kepastian bahwa tidak semua tempat wisata di Surabaya seperti ini," katanya, Minggu (8/4/2022).

Dia menekankan kembali kepada setiap investor yang memiliki tempat wahana wisata di Surabaya, tentu harus memiliki izin. Di samping itu, juga harus diimbangi dengan perawatan berkala agar tidak terjadi lagi hal serupa di tempat wisata lain di Kota Surabaya.

“Dalam pemeliharaan itu kan milik swasta, jadi kalau pemeliharaan ini dilakukan oleh investor, maka harus bisa menjamin layak fungsi wahananya. Oleh karena itu, kita nanti lakukan evaluasi di tempat wahana atau wisata lainnya,” ujarnya.

Dia menambahkan setiap pengelola atau investor yang mempunyai tempat wahana atau wisata juga harus memberikan laporan hasil kelayakan. Selain itu, pengelola atau investor harus tahu kondisi fasilitasnya, karena setiap fasilitas permainan atau wahana harus sesuai dengan kapasitasnya.

"Terkait evaluasi, itu semua sudah dilakukan atau belum oleh pengelola nanti kita cek lagi. Kalau tadi dengan dengar ceritanya ada wahana yang kelebihan beban, nah itu kan harus ada yang jaga dan harus sesuai maksimal wahananya, kalau nggak sesuai ya ambruk. Kita lihat dulu hasil evaluasinya, sembari menunggu hasil penyelidikan dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak," katanya.

Editor : Johan Sompotan