Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi: Lebih Baik Persebaya Kalah daripada Harus Kehilangan Ratusan Nyawa

Icon CameraLukman Hakim
Minggu 02 Oktober 2022 14:59 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi: Lebih Baik Persebaya Kalah daripada Harus Kehilangan Ratusan Nyawa
Korban jiwa kerusuhan Kanjuruhan bertambah. (Foto: celebritiesid/Instagram @agung.fdtrans_travelwisata)

SURABAYA, celebrities.id - Duka menyelimuti sepak bola Indonesia. Sekira 127 orang meninggal seusai laga Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan duka mendalam atas kejadian yang menguras air mata tersebut.

Eri mengunggah ucapan duka di sosial media miliknya, @ericahyadi_.  

“Andai Kita Berdoa Persebaya Kalah…” tulis dia.

“Bagaimana cara menukar jiwa? Ini bukan lagu Tulus tentang cinta. Tapi ini pertanyaan sedih yang lahir dari laga Arema vs Persebaya semalam. Pertanyaan sedih pasti diulang dalam tangis seorang ibu yang melihat anaknya berpulang: kenapa bukan nyawaku saja yang hilang, mengapa harus anakku, mengapa harus bocah sekecil itu?,” tulis Eri Cahyadi lagi.

“Adakah yang bisa menukar dan mengembalikan jiwa yang hilang? Bukankah kita sepakat, dan sering membaca tulisan di kaus suporter: ‘tidak ada sepakbola seharga nyawa manusia’, ‘tidak ada poin dalam sepak bola yang lebih penting ketimbang nyawa’,” tulisnya.

Bahkan Eri berandai-andai, meski dia adalah Bonek, lebih baik berdoa Persebaya kalah bila akhirnya tahu harus ada yang kehilangan nyawa sebagai buntut dari ketidakpuasan suporter Arema atas kemenangan Persebaya. Dia menyinggung seorang ibu yang kehilangan anaknya akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

“Sebagai Bonek, kalau boleh berandai-andai meminta dan berdoa, mungkin lebih baik Persebaya kalah daripada harus ada yang kehilangan nyawa. Pasti tak ada ibu yang meraung dalam tangis menatap si kecil yang terbujur kaku saya melihat kesedihan itu dalam sebuah video yang viral. Pasti semua baik-baik saja: mungkin hanya akan ada umpatan kata di social media, BUKAN HILANGNYA NYAWA!,” tulis Eri Cahyadi.

 

1
/
2