Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Sebut Terobosan Memperkuat Ekonomi Kreatif di Tanah Air, Apa Itu?

Novie Fauziah
Selasa 02 Agustus 2022 22:44 WIB
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Sebut Terobosan Memperkuat Ekonomi Kreatif di Tanah Air, Apa Itu?
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Sebut PP Nomor 24 Tahun 2022 merupakan terobosan untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif di Tanah Air. (Foto: celebrities.id/Novie Fauziah)

JAKARTA, celebrities.id - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengatakan bahwa pihaknya menekankan bahwa Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2022 sebagai regulasi yang menjadi terobosan untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif di Tanah Air.

Kemudian Angela menuturkan, PP yang disahkan oleh Presiden Joko Widodo pada 12 Juli 2022 ini merupakan suatu terobosan yang menjadi bentuk keberpihakan pemerintah bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Tanah Air.

Lebih lanjut, kata dia, bentuk terobosan yang dicantumkan dalam PP ini adalah pelaku ekraf bisa mengajukan karyanya yang telah terdaftar hak kekayaan intelektualnya sebagai jaminan pinjaman ke instansi keuangan.

"Kehadiran PP ini tentunya merupakan jawaban dan bentuk kehadiran pemerintah untuk para pelaku ekonomi kreatif. Terutama dari segi akses pembiayaan berbasis KI, pemasaran berbasis KI, infrastruktur ekraf, insentif bagi pelaku ekraf, peran tanggung jawab pemerintah dan pemda serta masyarakat, dan penyelesaian sengketa pembiayaan," kata Angela dalam keterangan resminya dalam Sosialisasi PP Nomor 24 Tahun 2022 di Hotel The Westin Jakarta, Selasa (2/8/2022).

Dia menjelaskan, sektor ekraf di Indonesia berkontribusi cukup besar dalam perolehan produk domestik bruto (PDB) ekonomi nasional. Di mana saat ini ekonomi kreatif Indonesia ada di posisi ketiga setelah Amerika dan Korea Selatan dengan nilai Rp1,191 triliun.

"Sektor ini juga menyerap tenaga kerja lebih dari 18 juta orang dan mencatatkan realisasi nilai ekspor hingga 23,9 miliar dolar AS pada tahun 2021," ujarnya.

Selain itu, Indonesia memiliki bonus demografi dengan modal kreativitas yang tinggi sehingga hal ini menjadi keunggulan bagi sektor ekraf di Tanah Air. Maka menurutnya hal ini perlu didukung dengan ekosistem yang semakin inklusif dan berkelanjutan.

 

1
/
2