Wanita Asal Solok Selatan Ini Sukses Produksi Teh Premium, Miliki 3 Varian Rasa

Jefli Oktari
Sabtu 30 Juli 2022 21:10 WIB
Wanita Asal Solok Selatan Ini Sukses Produksi Teh Premium, Miliki 3 Varian Rasa
Wanita ini sukses ciptakan tej premium dengan 3 varian rasa. (Foto: celebrities.id/Jefli Oktari)

SOLOK SELATAN, celebrities.id - Teh Premium beragam varian rasa diciptakan oleh seorang wanita muda asal kabupaten Solok Selatan (Solsel) bernama Safira Aisyah Majid. Berawal dari hobi, Safira akhirnya melihat peluang usaha dari hobinya itu.

Apalagi, daerahnya memiliki perkebunan teh terbesar di Indonesia sehingga peluang bisnis dengan cepat ditangkap.

"Produksi teh hijau dan teh hitam jenis premium sudah dimulai sejak 2020 dan saat ini dipasarkan melalui aplikasi online beragam platform," katanya ditemui dalam Festival Teh dan Kopi Sarantau Sasurambi, di Liki Cafe, Sungai Lambai, Kecamatan Sangir, Sabtu (30/7/2022).

Menurutnya, bahan baku teh didapatkan dari perkebunan teh Mitra Kerinci lalu diproduksi menjadi tiga produk atau varian rasa. Yakni, Jasmine Green Tea, Lemon Black Tea dan Lavender Black Tea.

Dia menyebutkan merek teh premium yang diproduksi tersebut dengan branding ClaRettA Tea.  "Untuk pemasaran saat ini berupa penjualan online store dan ofline store," katanya.

Safira mengatakan harga teh yang ditawarkan untuk tiap 100 gram Rp89 ribu dan Jasmine Rp25 ribu untuk 50 gram.
"Saya berharap dengan festival ini bisa mengedukasi masyarakat tentang cara menyeduh teh dan kopi. Selain itu juga masyarakat luas lebih mengenal jenis teh dan kopi," katanya.

Festival teh dan kopi selain diikuti oleh pelaku UMKM lokal dan beberapa daerah di Sumbar, juga diikuti oleh perusahaan perkebunan teh dari Jambi dan Sumatera Utara. 

Ketua DPRD Solsel, Zigo Rolanda mengatakan jika Solsel merupakan daerah agraris dan aktivitas masyarakat umumnya di sektor pertanian dan peternakan juga menjadi sektor unggulan Pemkab Solsel dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Solsel memiliki komoditas teh dan kopi dengan kualitas premium. Bahkan, perkebunan teh Mitra Kerinci merupakan yang terluas dan tertua di Dunia dengan luasan sekitar 2 ribu hektare dengan hasil produksi 4.800 ton per tahun," ujar dia.

"Sedangkan kopi Solsel diproduksi sekitar 1.760 ton per tahun dengan kualitas ekspor yang mejadi sumber devisa negara," ucapnya lagi.

Zigo menambahkan bahwa teh dan kopi Solsel memiliki citra rasa tersendiri yang juga menjadi daya tarik kunjungan wisatawan ke Solsel.

Editor : Hadits Abdillah