Warga Keluhkan Tarif Masuk Masuk Wisata Palabuhanratu, Polisi Selidiki Dugaan Pungli 

Dharmawan Hadi
Senin 10 Januari 2022 20:51 WIB
Warga Keluhkan Tarif Masuk Masuk Wisata Palabuhanratu, Polisi Selidiki Dugaan Pungli 
Retribusi masuk kawasan wisata alam di Palabuhanratu dan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, banyak dikeluhkan pengunjung. (Foto: MPI/Dharmawan Hadi)

SUKABUMI, celebrities.id - Banyaknya keluhan masyarakat terkait retribusi masuk kawasan wisata alam di wilayah Pantai Palabuhanratu dan Cikakak Kabupaten Sukabumi mendapat atensi khusus. Satuan Reskrim Polres Sukabumi langsung menanggapi keluhan masyarakat terkait dugaan kegiatan pungutan liar (Pungli) tersebut. 

Polisi mengamankan dua orang saksi untuk dimintai keterangan dalam rangka penyidikan dan pengembangan dalam pengungkapan kasus penggelembungan biaya retribusi masuk kawasan wisata yang banyak dikeluhkan wisatawan yang berkunjung. 

Hal tersebut diungkap Kapolres Sukabumi, AKBP Dedy Darmawansyah dalam kegiatan konferensi pers di Mapolres Sukabumi, Senin (10/1/22). Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Rizka Fadhila, mengatakan ada dugaan kelebihan tarif pungutan karcis masuk ke kawasan wisata tersebut 

"Berdasarkan Perda Nomor 12 tahun 2014, untuk roda retribusi sebesar Rp5.000 dan roda empat sebesar Rp10.000, namun dalam karcisnya tertera Rp7.500 dan Rp15.000," ujar Dedy kepada MNC Portal Indonesia. 

Dedy menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami kegiatan pungutan liar itu ada perintah dari pihak lain atau hanya sekedar oknum karena yang menarik pungutan itu adalah mitra bukan orang kehutanan. 

"Kegiatan dugaan pungli tersebut berada dilokasi TWA Pantai Sukawayana, TWA Pantai Katapang Condong dan TWA Pantai Istiqomah," ujarnya. 

 

1
/
2