Waspada 3 Tanda Depresi yang Kerap Tak Disadari, Nyeri Punggung Salah Satunya

Novie Fauziah
Rabu 22 Juni 2022 00:22 WIB
Waspada 3 Tanda Depresi yang Kerap Tak Disadari, Nyeri Punggung Salah Satunya
Waspada 3 tanda depresi yang kerap tak disadari, nyeri punggung salah satunya. (Foto:celebrities.id/ Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Tidak semua orang menyadari menderita depresi, bahkan sebagian lagi ada yang justru tak menghiraukannya.

Melansir dari laman Health Line, Rabu (22/6/2022), dalam budaya China dan Korea depresi dianggap sebagai mitos. Oleh karena itu pasien banyak yang tak menyadarinya dan menganggapnya hanya kelelahan biasa. Padahal, hal itu ada hubungannya dengan masalah psikologis.

Agar tidak keliru, berikut tanda-tanda depresi yang kerap dialami masyarakat, sebagaimana dilansir dari Healthline, Rabu (22/6/2022).

1. Masalah pencernaan atau jadwal buang air besar yang tidak teratur

Masalah pencernaan, seperti sembelit dan diare bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman. Seringkali disebabkan oleh keracunan makanan atau virus gastrointestinal, serta kerap mudah untuk mengasumsikan bahwa ketidaknyamanan usus berasal dari penyakit fisik. Bisa jadi ketika perut Anda tiba-tiba tidak nyaman, juga mengalami gangguan pencernaan ternyata sedang mengalami depresi cukup parah.

2. Nyeri punggung atau pegal di sekujur tubuh

Anda mungkin merasa baik-baik saja saat pagi hari, tetapi begitu mulai bekerja di kantor atau duduk di meja sekolah, punggung akan mulai merasa sakit. Hal ini bisa jadi stres, atau tanda Anda sedang depresi. Meskipun sering dikaitkan dengan postur atau mengalami cedera, sakit punggung juga bisa menjadi gejala gangguan psikologis.

Psikolog dan psikiater telah lama percaya bahwa masalah emosional dapat menyebabkan sakit dan nyeri kronis, tetapi hal spesifiknya masih diteliti, seperti hubungan antara depresi dan respons peradangan tubuh.

3. Kelelahan atau tingkat energi yang lebih rendah

Kelelahan adalah gejala umum depresi. Kadang-kadang seseorang akan mengalami tingkat energi yang lebih rendah, dan bisa merasa lesu di pagi hari, berharap untuk tetap di tempat tidur dan menonton TV daripada pergi bekerja. Meskipun sebagian percaya bahwa kelelahan berasal dari stres, depresi juga dapat menyebabkan kelelahan.

Namun, tidak seperti kelelahan sehari-hari, kelelahan yang berhubungan dengan depresi juga dapat menyebabkan masalah konsentrasi, perasaan mudah tersinggung, dan apatis.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra