Waspada! Bayi Prematur dan Berat Lahir Rendah Berisiko Alami Stunting, Begini Cara Mengantisipasinya

Leonardus Selwyn Kangsaputra
Senin 25 Juli 2022 22:43 WIB
Waspada! Bayi Prematur dan Berat Lahir Rendah Berisiko Alami Stunting, Begini Cara Mengantisipasinya
Waspada! Bayi Prematur dan Berat Lahir Rendah Berisiko Alami Stunting, Begini Cara Mengantisipasinya. (Foto: celebrities.id/Boldsky)

JAKARTA, celebrities.id - Stunting menjadi salah satu tugas yang harus diselesaikan oleh pemerintah Indonesia. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia 2021, angka prevalensi stunting di Indonesia turun menjadi 24,4 persen.

Sayangnya penurunan stunting di Indonesia masih jauh dibandingkan dengan target pemerintah yakni 14 persen di 2024. Dokter Anak Konsultan Neonatologi, Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp. A(K) menjelaskan bayi dengan kelahiran prematur dan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masuk ke dalam bayi yang berisiko tinggi mengalami stunting.

Indonesia menempati peringkat kelima tertinggi angka kelahiran prematur dan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Dari 100 bayi yang lahir, terdapat 10 bayi lahir secara prematur dan tujuh bayi dengan kondisi Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Berdasarkan penelitian di 137 negara berkembang, 35 persen kasus stunting disebabkan oleh kelahiran prematur dan 20 persen kasus stunting di Indonesia disebabkan oleh Bayi Berat Lahir Rendah.

"Bayi lahir prematur berisiko untuk mengalami developmental delay, gangguan kognitif, kesulitan belajar dan gangguan perilaku. Oleh karena itu penting untuk melakukan skrining perkembangan pada usia 9, 18 dan 30 bulan," kata dr. Rinawati dalam Media Briefing Peran Bayi Prematur dan Bayi Berat Lahir Rendah pada Angka Stunting di Indonesia, Senin (25/7/2022).

Lebih lanjut Prof Rinawati mengatakan cara mencegah kelahiran prematur dan BBLR bisa dengan mempersiapkan kehamilan yang sehat dengan melakukan pemeriksaan antenatal rutin dan persiapan pra-nikah. Nutrisi dan kesehatan ibu selama hamil penting untuk mencegah kelahiran prematur.

Namun, jika bayi sudah terlahir prematur tenaga medis maupun fasilitas kesehatan harus dapat memberikan pertolongan awal dan selanjutnya melakukan perawatan bayi prematur secara baik.

“Pemberian ASI eksklusif juga sangat penting. Jika bayi sudah stunting, maka perlu dilakukan tata laksana gizi di rumah sakit dengan pemberian PKMK (Pangan Olahan untuk Kondisi Medis Khusus) makanan khusus atau dengan pemberian nutrisi parenteral," tuturnya.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra