Waspada Defisiensi Mikronutrien pada Anak, Begini Cara Mengatasinya

Icon CameraLeonardus Selwyn Kangsaputra
Rabu 25 Januari 2023 18:20 WIB
Waspada Defisiensi Mikronutrien pada Anak, Begini Cara Mengatasinya
Waspada Defisiensi Mikronutrien pada Anak, Begini Cara Mengatasinya. (Foto:celebrities.id/ Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Indonesia masih memiliki tugas berat untuk mengentaskan masalah anemia dan stunting. Mirisnya anemia masih dialami sekitar satu dari tiga anak berusia di bawah lima tahun di Indonesia yang disebabkan karena kekurangan zat besi.

Tak hanya itu, masyarakat Indonesia juga masih kurang dalam mengonsumsi protein seperti daging, telur, susu maupun produk turunannya. Padahal, kekurangan Zat Besi dan protein hewani dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, termasuk perkembangan dan pertumbuhan yang tidak optimal, dan peningkatan risiko infeksi pada anak yang bisa berujung pada kondisi stunting.

Oleh karena itu, kondisi ini akan mengkhawatirkan jika tidak ditangani segera karena kekurangan Zat Besi dan protein hewani akan membuat anak-anak sebagai Generasi Emas Indonesia tidak tumbuh secara maksimal.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik, dr. Cut Nurul Hafifah, Sp.A(K) mengatakan defisiensi mikronutrien atau disebut juga dengan hidden hunger merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi atau malnutrisi pada anak. Kondisi ini terjadi ketika anak tidak mendapat asupan vitamin dan mineral esensial yang sesuai dengan kebutuhannya.

Data Food and Agriculture Organization (FAO) menyebutkan, sebanyak dua miliar orang atau sekitar satu dari tiga orang mengalami defisiensi mikronutrien. Bahkan, kondisi ini sering memengaruhi anak-anak, terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak atau hingga usia dua tahun. Dimana hal ini menyebabkan kematian lebih dari satu juta anak usia dibawah lima tahun setiap tahunnya akibat kekurangan mikronutrien.

"Banyak cara agar bisa memenuhi kebutuhan asupan mikronutrien pada anak, misalnya untuk memenuhi kebutuhan zat besi bisa dengan memberikan asupan protein hewani. Dengan mengonsumsi protein hewani maka sekaligus bisa memenuhi kebutuhan zat besi anak sehingga bisa mencegah anemia bahkan stunting," kata dr. Cut, dalam Webinar Hari Gizi Nasional 2023, Rabu 25 Januari 2023.

Dokter Cut menjelasakan sumber makanan yang mengandung protein hewani dan Zat Besi dapat diperoleh dengan mudah misalnya pada daging merah, ayam, hati, ikan, dan telur. Namun tidak hanya protein hewani dan Zat Besi saja. Untuk membantu penyerapan yang maksimal dibutuhkan kombinasi yang tepat antara protein hewani, Zat Besi dan vitamin C dalam menu makanan anak sehari-hari agar penyerapan nutrisi di dalam tubuh, terutama Zat besi bisa meningkat hingga dua kali lipat.

"Untuk itu, bisa dilengkapi juga dengan susu pertumbuhan yang difortifikasi dengan kombinasi Zat Besi dan Vitamin C. Dengan penyerapan nutrisi yang maksimal, bisa membantu anak meningkatkan pertumbuhan otak dan kemampuan belajar, pertumbuhan fisik, perkembangan motorik dan sensorik, serta daya tahan tubuh,” ujar dr. Cut.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra

Follow Berita Celebrities di Google News